Pewarna Karmin Pada Yogurt dan Yakult Jadi Perdebatan, Ternyata Begini Proses Pembuatannya?

Senin 02-10-2023,05:26 WIB
Reporter : Fadly
Editor : Zeri

Sejak saat itu, penggunaan pewarna Karmin cukup populer hingga saat ini dengan tujuan agar makanan atau minuman agar penampilannya dapat menggugah selera.

Saat ini, pewarna Karmin dapat mudah ditemukan pada produk makanan atau minuman olahan seperti kue, permen, susu, es krim dan makanan ringan lainnya.

Bahkan, tidak jarang pewarna Karmin juga dapat ditemukan pada produk kecantikan dan perawatan tubuh seperti lipstik, body lotion dan lain sebagainya.

Masih dikatakan narator, meskipun terbuat dari serangga, pewarna alami karmi telah mendapatkan izin untuk dapat dikonsumsi oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI.

BACA JUGA:Dua Lembaga Islam Beda Pendapat Terkait Pewarna Karmin Pada Yogurt dan Yakult, Pemerintah Diminta Turun Tangan

Hal ini, sebagaimana tertuang dalam peraturan BPOM RI nomor 37 tahun 2013 tentang batas maksimum penggunakan pewarna Karmin.

Dengan demikian pihak BPOM RI menyatakan, bahwa pewarna Karmin sangat aman untuk digunakan selama penggunaannya tidak memiliki alergi terhadap penggunanya.

Dan karena dari bahan alami juga, pewarna Karmin tidak memiliki resiko kesehatan tertentu.

Meski demikian, karena hewan serangga dianggap sebagian besar hewan yang menjijikkan, hingga membuat kehebohan terutama setelah mengetahui dari mana zat pewarna itu dibuat.

BACA JUGA:Kisruh Pewarna Karmin Terjawab Sudah, Ketua MUI Bidang Fatwa Tegas Nyatakan Halal dan Aman Dikonsumsi

Sebelumnya, Sebelumnya, viral di media sosial dengan kabar Yogurt merah dan dan minuman Yakult merah disarankan untuk tidak dikonsumsi, karena mengandung Karmin yang diharamkan dan najis.

Hal itu dikatakan Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH Marzuqi Mustamar saat menyampaikan sambutan dalam suatu kegiatan di Pondok Pesantren Mambaul Ulum Lamongan pada Minggu 24 September 2023 lalu.

Dilansir dari berbagai sumber, ketua PWNU Jawa Timur ini segala bentuk makanan atau minuman yang mengandung Karmin dinyatakan haram dan tidak boleh dikonsumsi.

"Zat pewarna merah pada minuman Yakult merah menggunakan ulat Karmin dan diberi kode 120," ungkap KH Marzuqi Mustamar.

BACA JUGA:Yogurt Dan Yakult Haram Dikonsumsi, Kyai Marzuqi Sebut Mengandung Pewarna Merah Karmin, Warganet Bingung

Sosok yang dipanggil Kyai Marzuqi ini menjelaskan, bahwa zat pewarna merah tersebut berasal dari proses pengolahan bangkai ulat Karmin berwarna merah, yang kemudian dikeringkan, sebelum diolah menjadi pewarna minuman atau makanan.

Kategori :