Agak berbau mistis. Batu sempat disambar petir sebelum diambilnya. Kemudian batu sebesar kepalan tangan ini untuk praktik pengobatan.
Cara pengobatanya batu ajaibnya itu dimasukkan ke dalam air. Air ini disiapkan digelas atau bisa ditempat mangkuk atau ember.
Setelah itu, air bekas celupan batu itu diminum si pasien. Bisa diminum di tempat atau di bawa pulang.
Dan dipercaya bisa mengobati para pasien dari berbagai penyakit.
Jalan menuju desa juga penuh dengan antrean mobil. Sampai jalan jalan menuju arah rumahnya panen rizki.
BACA JUGA:Sekejab Tulang Patah Sembuh. Ibu Ida Dayak Memulai Pengobatan dengan Basmalah dan Kalimat Tauhid
Karena banyak berdiri warung dadakan dan tempat istirahat sementara para pasien yang berasal dari daerah.
Namu sejak 2011 Ponari mulai meredup. Barangkali air dari batu ajaibnya tak lagi manjur.
Ada masanya. Kini dia hanya warga biasa. Dukun miliader ini telah menikah pada tahun 2019.
Dan kini hidup bersama keluarganya. Masih di desa yg sama.
Dulu Bukan Yang Sekarang. Dan bersyukurlah Pada Yang Kuasa. Sepeeti lirik lagu Tegar Septian.(*)