Uang Nasabah yang Dibobol Dibelikan 2 Karyawan BRI Rumah, Ruko, Kebun hingga Kandang Ayam

Jumat 24-02-2023,14:18 WIB
Reporter : edho
Editor : Edward Desmamora

"Kepada seluruh nasabah BRI untuk tidak panik dengan kejadian ini. Karena seluruh kerugian dijamin oleh BRI. Kami juga mengimbau kepada nasabah untuk tidak memberikan buku tabungan, ATM dan nomor PIN kepada siapapun termasuk kepada karyawan BRI sekalipun," terang Sonny.

BACA JUGA:Uang Nasabah Raib, ini Tanggapan BRI

Sebelumnya, Subdit 2 Perbankan Ditreskrimsus Polda Sumatera Selatan meringkus dua orang pelaku pembobolan uang milik nasabah BRI Unit Tanjung Sakti Cabang Pagar Alam.

Wadir Ditreskrimsus Polda Sumsel AKBP I Putu Yudha Prawira SIK MH didampingi Kasubdit 2 Perbankan AKBP Bagus Suryo Wibowo SIK MH membeberkan kronologi kejadian dan modus yang dilakukan oleh dua orang tersangka.

Aksi kedua tersangka berinisial VM (34) dan AW (35), diketahui sejak tahun 2020 di Bank BRI Unit Tanjung Sakti Cabang Pagar Alam.

“Kedua pelaku merupakan mantan karyawan yang sudah dipecat setelah kasus ini. VM sebagai costumer servis sedangkan tersangka AW sebagai pramubakti atau office boy,” ujar AKBP I Putu Yudha Prawira SIK MH.

BACA JUGA:Pembobol Bank Asal Tulung Selapan Raup Rp500 Juta, Modal Handphone dan Suara Merdu

Modusnya, yang dilakukan pelaku adalah dengan tidak menyerahkan kartu atm dari beberapa nasabah yang melakukan pembukaan rekening simpanan di BRI Unit Tanjung Sakti.

“Pelaku menggunakan kartu ATM nasabah untuk melakukan pengambilan uang nasabah dengan cara menarik saldo yang ada di rekening nasabah atau transfer e-channel tanpa sepengetahuan nasabah,” beber Putu, saat menggelar rilis ungkap kasusnya Jumat 24 Februari 2023.

Kedua tersangka ini, kata Putu, sudah menyalahgunakan kepercayaan nasabah yang ingin menabung di BRI. Tersangka juga mendatangi nasabah yang ingin menabung.

“Kemudian pelaku hanya menuliskan sejumlah uang yang disetorkan nasabah pada buku tabungan nasabah sebagai tanda bukti penerimaan setoran nasabah tanpa print out data transaksi melalui teller,” terang Putu. 

BACA JUGA:Pembobol Bank di Sangatta Ternyata Kuli Bangunan

Tersangka juga diketahui sering berada di depan kantor untuk menunggu jiak ada nasabah yang datang ingin melakukan penarikan tabungan atau penyetoran tabungan. 

“Lalu nasabah dicegat pelaku di depan kantor dan diproses penarikan penyetoran rekeningnya secara manual pada buku tabungan nasabah, dengan alasan sedang ada gangguan jaringan,” kata Putu lagi. 

Kemudian, uang yang disetorkan nasabah melalui pelaku ke rekening nasabah, selanjutnya ditarik pelaku dengan overbooking menggunakan EDC kantor atau EDC agen BriLink milik orang tua pelaku ke rekening pelaku dan rekening penampungan.

“Korban sebanyak 70 orang mengalami kerugian sekitar Rp 5,2 miliar,” tutup Putu.

Kategori :