Festival TIK 2022 Hadirkan Pesta Edukasi Literasi Digital untuk Mendukung Transformasi Digital Pariwisata di K

Senin 05-12-2022,20:33 WIB
Editor : Rahmat

Di kesempatan yang sama, Tujuh Relawan TIK Indonesia yang merupakan Pandu Digital Badge Merah dikukuhkan menjadi Pandu Digital Badge Biru, yang secara simbolis dilakukan dengan penyematan badge biru oleh Ketua Tim Literasi Digital Sektor Pendidikan Kemenkominfo, Bambang Tri Santoso kepada Aries Saefullah (Jawa Barat), Mey Santi (Jawa Timur), Alldo F. Mooy (Papua), Roy Pranoto (Lampung), Ary Sandy (Riau) dan Enny Teidha Rahmina (Kalimantan Selatan). Tak hanya itu, dua tokoh Literasi Digital dari ICT Watch, Donny BU dan Indriyatno Banyumurti juga dinobatkan sebagai Pandu Digital Badge Hitam, dengan demikian Festival TIK menjadi momen bertambahnya Pandu Digital Badge Hitam di Indonesia menjadi empat.

Festival TIK 2022 juga menghadirkan sejumlah apresiasi dari Kementerian Kominfo atas peran serta dukungannya terhadap program Literasi Digital untuk Indonesia Makin Cakap Digital tahun 2022.

Apresiasi ini diserahkan langsung oleh Ketua Tim Literasi Digital Sektor Pendidikan Kemenkominfo, Bambang Tri Santoso kepada Pemerintah Daerah Kota Pontianak, Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat, Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Barat, Relawan TIK Indonesia, Jawara Internet Sehat (ICT Watch), Politeknik Negeri Pontianak, Relawan TIK Kalimantan Barat, Pemerintah Daerah Kota Cirebon, Relawan TIK Provinsi Jawa Barat, Relawan TIK Provinsi Jawa Timur, Edukasi4ID dan Relawan TIK Ngawi.

Literasi Digital Dalam Mendukung Digitalisasi Pariwisata Kegiatan Festival TIK 2022 dilanjutkan dengan tiga sesi Seminar Nasional yang mengangkat tema seputar literasi digital diantaranya Transformasi Digital UMKM dan Masa Depan Ekonomi Kerakyatan, Transformasi Digital Pariwisata, dan Bersama Lawan Hoax yang Berserak diisi oleh narasumber-narasumber yang kompeten di bidangnya.

BACA JUGA:Kakanwil Kemenkumham Sumsel Apresiasi Program Pelatihan Kemandirian Lapas Muara Enim

Pada sesi Seminar Nasional dengan tema Transformasi Digital Pariwisata, materi pertama diberikan oleh Bambang Tri Santoso, Ketua Tim Literasi Digital Sektor Pendidikan, Kemenkominfo yang memaparkan mengenai gambaran umum dampak dari pandemi Covid-19 telah meluluhlantakkan sektor pariwisata Indonesia.

Menurut data Kementerian Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif di tahun 2021, terdapat 409.000 tenaga kerja sektor pariwisata kehilangan pekerjaan dan terdapat penurunan Rp20.7 miliar pendapatan negara.

Tidak hanya itu, bahkan di tahun 2020 hanya 25% dari jumlah wisatawan mancanegara masuk ke Indonesia di 2019. Bambang Tri Santoso, mengatakan Pemerintah memiliki peran besar dalam menjembatani gap yang ada.

Salah satu yang tengah dilakukan adalah melaksanakan program strategis untuk pemulihan sektor pariwisata di tanah air.

“Kementerian Kominfo melalui Direktorat Ekonomi Digital memberikan pelatihan langsung kelapangan hampir selama 1 bulan dengan tim yang memang mempunyai keahlian di bidangnya untuk melakukan pendampingan ke orang-orang desa yang menggeluti bidang pariwisata. Ada 4 workshop yang diberikan yaitu Workshop 1: Pemberian Materi Desa Wisata Dan Adopsi Teknologi, Media Sosial dan Konten Kreator; Workshop 2: Pemberian Materi Fotografi, Videografi, dan Drone. Drone ini penting untuk orang desa agar bisa memetakan destinasi wisata mana saja yang layak dipublikasikan menjadi pariwisata desa; Workshop 3: Pemberian Materi Promosi Desa Wisata dan Analytic SEO Maintenance; dan Workshop 4: Pemberian Materi Virtual Tour Event, Storytelling/Copywriting. Di program ini, kita mendidik generasi muda untuk memiliki skill tertentu di bidang pariwisata, dan bagaimana membuat kemasan pariwisata. Output-nya adalah video teaser, promosi, dan virtual event,“ jelas Bambang.

BACA JUGA:PNS BPN Lahat Jadi Terdakwa, ini Kata Penasihat Hukum

Materi kedua disampaikan oleh Kepala Bidang Pengembangan Wilayah I Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Tigor Johnson, menegaskan bahwa ketersediaan infrastruktur dan aksesibilitas internet menjadi peran utama dalam transformasi digital.

Namun, dinamika dan tantangan yang dihadapi oleh APJII dalam membangun infrastruktur di Indonesia diantaranya adalah kondisi geografis yang menantang sehingga penyelenggaraan telekomunikasi menjadi sulit dan mahal. Sinergi dari semua pihak baik dari sisi infrastruktur, sisi regulasi di bidang telekomunikasi, dan sisi pengguna harus dilakukan dengan baik untuk menghadapi tantangan bersama menuju Indonesia 5.0.

“Membangun transformasi digital di sektor pariwisata ini tidak bisa hanya mengandalkan dari sisi Pemerintah dan Bisnis, tapi juga peran masyarakat dan komunitas,” pungkas Tigor.

Di akhir sesi seminar Nasional, Ketua Umum RTIK Indonesia, Fajar Eri Dianto, mengenalkan peran RTIK dalam transformasi digital di sektor Pariwisata adalah sebagai pendamping literasi digital di masyarakat yang membantu kekurangpahaman pelaku usaha/pengelola wisata dalam memanfaatkan teknologi untuk memperkenalkan potensi pariwisata di wilayahnya.

BACA JUGA:Link Live Streaming, Preview dan Prediksi Line Upa Brasil vs Korea Selatan pada Babak Knock Out

Kategori :