Banner Pemprov

Cegah Stunting Sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan

Cegah Stunting Sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan

Cegah Stunting Sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan-foto: dok-

OKU TIMUR, SUMEKS.CO – Upaya meningkatkan kualitas keluarga dan mencegah stunting pada anak terus dilakukan melalui sosialisasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana).

Salah satunya melalui kegiatan fasilitasi teknis bersama mitra kerja yang digelar pada Minggu (18/10/2026), di RT 02 Blok D Batumarta 7, Desa Wana Bakti, Kecamatan Madang Suku III, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur.

Kegiatan tersebut menghadirkan Irma Suryani, S.E., M.M., anggota Komisi IX DPR RI, sebagai mitra kerja. Turut hadir H. Rudi Hartono, S.M., Wakil Ketua DPRD OKU Induk, serta Yuni Eki Lestari, A.Md.Keb., selaku Koordinator Lapangan Kecamatan Madang Suku III dari Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten OKU Timur.

Selain itu, hadir M. Jumliadi, S.IP., M.Si., Penata KKB Ahli Muda dari tingkat provinsi, yang menyampaikan materi mengenai pentingnya Program Bangga Kencana dalam membangun keluarga berkualitas dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan stunting.

BACA JUGA:Cegah Stunting Sejak Dini, Irma Suryani Ajak Masyarakat Desa Sumber Harapan Perkuat Gerakan Orang Tua Asuh

BACA JUGA:Irma Suryani Sosialisasikan Pencegahan Stunting di OKU Timur, Ingatkan Pentingnya Gizi dan ASI

Acara dipandu oleh Edi Mustafa sebagai pembawa acara, diawali dengan doa yang dipimpin Samsul, serta penampilan dirigen oleh Dina Dwi Jayanti.

Kegiatan berlangsung dengan penyampaian materi, sesi tanya jawab, dan pembagian hadiah kepada peserta.

Dalam pemaparannya, M. Jumliadi menjelaskan bahwa salah satu tujuan Program Bangga Kencana adalah mempersiapkan keluarga agar mampu menjalankan fungsi pengasuhan dengan baik, memenuhi kebutuhan gizi anak, serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Menurutnya, pencegahan stunting perlu menjadi perhatian bersama karena kondisi tersebut dapat memengaruhi pertumbuhan fisik dan perkembangan anak apabila tidak ditangani dengan tepat.

BACA JUGA:Innalillahi, Ulama Senior KH Syukron Makmun Wafat, Begini Sebagian Keteladanan Almarhum

BACA JUGA:Demo Pelajar di Paris Berakhir Rusuh, ini Pesan KBRI

“Makanya stunting itu berbahaya sekali karena suatu kondisi gagal tumbuh dan kembang secara fisik anaknya pendek dan secara otak anaknya tidak berkembang,” terangnya.

Ia menekankan bahwa stunting bukan sekadar persoalan tinggi badan anak. Kondisi ini berkaitan dengan gangguan pertumbuhan akibat kekurangan gizi kronis dan berbagai faktor lain, termasuk kesehatan ibu, pola asuh, sanitasi, serta akses terhadap pelayanan kesehatan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: