Cegah Stunting Sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan
Cegah Stunting Sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan-foto: dok-
Karena itu, masyarakat perlu memahami pentingnya pemenuhan kebutuhan gizi sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.
Perhatian terhadap kesehatan ibu dan anak sejak dini menjadi salah satu langkah penting untuk menekan risiko stunting.
Dalam kegiatan tersebut juga dijelaskan hubungan antara Program Keluarga Berencana (KB) dan upaya pencegahan stunting. Perencanaan keluarga dapat membantu pasangan mempersiapkan kehamilan, mengatur jarak kelahiran, serta memberikan perhatian yang memadai terhadap kesehatan ibu dan anak.
BACA JUGA:Kajari OKI Pimpin Sertijab Kasi Datun dan Kasubagbin, Firmansyah SH Jabat Kasi Datun
BACA JUGA:Innalillahi, Ulama Senior KH Syukron Makmun Wafat, Begini Sebagian Keteladanan Almarhum
Salah satu periode yang sangat penting dalam tumbuh kembang anak adalah 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yang dimulai sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.
Pada periode tersebut, kebutuhan gizi ibu hamil dan anak harus terpenuhi agar pertumbuhan fisik serta perkembangan otak berlangsung optimal.
Ibu hamil perlu memperoleh asupan gizi seimbang, pemeriksaan kehamilan secara rutin, dan pelayanan kesehatan yang sesuai.
Setelah bayi lahir, pemberian ASI, makanan pendamping ASI sesuai usia, imunisasi, serta pemantauan pertumbuhan juga berperan penting dalam mendukung kesehatan anak.
Melalui sosialisasi ini, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa pencegahan stunting tidak cukup dilakukan setelah anak mengalami gangguan pertumbuhan. Upaya tersebut perlu dimulai sejak sebelum kehamilan, selama kehamilan, hingga masa pengasuhan anak.
Selain membahas stunting, kegiatan fasilitasi teknis Program Bangga Kencana bersama mitra kerja tersebut juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya keluarga berencana.
Dalam sesi tanya jawab, peserta mendapatkan pertanyaan seputar metode kontrasepsi perempuan.
Salah satunya adalah materi yang dibahas Irma Suryani adalah lima metode kontrasepsi, yakni suntik KB, pil KB, susuk atau implan, alat kontrasepsi dalam rahim (IUD), dan sterilisasi perempuan.
Pengenalan berbagai metode kontrasepsi ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pilihan dalam merencanakan kehamilan.
Setiap metode memiliki cara kerja, manfaat, dan pertimbangan medis yang berbeda sehingga pemilihannya sebaiknya dikonsultasikan dengan tenaga kesehatan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
