Pasar 16 Ilir Palembang Lengang Jelang Idul Adha 1447 H, Imbas Uang Kering di Bawah?
Jelang Lebaran Idul Adha 1447 terpantau suasana lengang di Pasar 16 Palembang.-foto:doksumeksco-
PALEMBANG, SUMEKS.CO - Menjelang Idul Adha 1447 H, suasana Pasar 16 Ilir PALEMBANG tampak tidak seperti biasanya. Pusat perdagangan yang biasanya dipadati pembeli kini terlihat lengang, Jumat Siang 22 Mei 2026.
Kondisi ini terjadi mungkin karena uang kering di bawah membuat daya beli masyarakat melemah. Fenomena tersebut menimbulkan keprihatinan sekaligus menjadi potret nyata tantangan ekonomi yang dihadapi warga menjelang hari besar keagamaan.
Pantauan SUMEKS.CO di lapangan beberapa lapak terlihat sepi dari aktivitas jual beli. Sejumlah pedagang mengaku penjualan mereka menurun drastis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Biasanya kalau mau Idul Adha ramai, sekarang sepi sekali. Orang banyak lihat-lihat, tapi jarang beli,” keluh salah seorang pedagang pakaian anak di Pasar 16 Ilir Palembang.
BACA JUGA:Jelang Idul Adha, PLN dan Dinas Perkimtan Palembang Pastikan Keandalan Listrik Saat Kota Terlelap
Hal serupa juga dirasakan pedagang pakaian anak-anak. Ia mengungkapkan bahwa lapaknya sangat minim pembeli, padahal biasanya menjelang Idul Adha masyarakat sudah mulai ramai membeli kebutuhan baju untuk lebaran haji.
“Sekarang benar-benar sepi nian, biasanya orang tua sudah sibuk cari baju anak-anak untuk lebaran, tapi tahun ini hampir tidak ada yang beli,” keluhnya.
Istilah “uang kering di bawah” sendiri digunakan untuk menggambarkan kondisi di mana perputaran uang di lapisan masyarakat bawah sangat terbatas.
Pendapatan yang kecil membuat daya beli melemah, sementara harga kebutuhan pokok yang cenderung naik menyerap sebagian besar penghasilan. Akibatnya, belanja tambahan seperti pakaian baru menjelang lebaran haji menjadi tertunda.
BACA JUGA:Saudi Siapkan Solusi Sistem Air Minum Pintar untuk Jemaah Haji, Cuaca Panas Jadi Tantangan
BACA JUGA:Pertamina Patra Niaga Kilang Plaju: Harmoni dengan Alam untuk Keandalan Energi Berkelanjutan
Anjloknya daya beli masyarakat ini juga disebut sebagai efek dari pengetatan dan efisiensi yang dilakukan pemerintah saat ini. Kebijakan tersebut membuat aliran uang di lapisan bawah semakin terbatas, sehingga berdampak langsung pada aktivitas perdagangan di pasar tradisional.
Meski demikian, para pedagang tetap berharap kondisi akan membaik menjelang hari H Idul Adha, ketika kebutuhan masyarakat meningkat untuk persiapan perayaan. Pasar 16 Ilir yang dikenal sebagai pusat perdagangan utama di Palembang diharapkan kembali bergairah, sehingga roda ekonomi lokal dapat terus berputar meski di tengah tekanan ekonomi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:






