Banner Pemprov

Sekda Banyuasin Hadiri Konsolidasi Program Makan Bergizi Gratis, Tegaskan Dukungan Penuh Cegah Stunting

Sekda Banyuasin Hadiri Konsolidasi Program Makan Bergizi Gratis, Tegaskan Dukungan Penuh Cegah Stunting

Pemerintah Kabupaten Banyuasin menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui kehadiran Sekretaris Daerah Banyuasin, Ir. Erwin Ibrahim, S.T., M.M., M.B.A, IPU, Asean, Eng pada Rapat Konsolidasi Program Mak-foto:doksumeksco-

PALEMBANG, SUMEKS.CO - Pemerintah Kabupaten Banyuasin menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui kehadiran Sekretaris Daerah Banyuasin, Ir. Erwin Ibrahim, S.T., M.M., M.B.A, IPU, Asean, Eng pada Rapat Konsolidasi Program Makan Bergizi Gratis bersama Kasatpel, Mitra, dan Yayasan se-Provinsi Sumatera Selatan.

Sekda Banyuasin, Erwin Ibrahim, menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Banyuasin siap mendukung penuh implementasi program ini sebagai bagian dari investasi jangka panjang sumber daya manusia.

“Program ini bukan hanya soal pemenuhan gizi, tetapi tentang menyiapkan generasi Banyuasin yang sehat, cerdas, dan bebas stunting untuk menghadapi tantangan global,” tegasnya.

Kegiatan yang digelar di Hotel Arya Duta Palembang pada hari Sabtu (28/02) menjadi momentum penguatan sinergi antara pemerintah daerah, Badan Gizi Nasional (BGN), mitra pelaksana, serta unsur Forkopimda dalam memastikan program berjalan efektif, akuntabel, dan tepat sasaran.

BACA JUGA:Bupati Banyuasin Askolani Akui Tuai Protes, Terkait Banyaknya Jabatan Strategis Kosong

BACA JUGA:Askolani Optimis, Sabet Peringkat No 1 Daerah Penghasil Beras Di Indonesia

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, menyampaikan bahwa pelaksanaan program di Sumsel relatif minim berita negatif karena masyarakat merasakan langsung manfaatnya.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan tersebut didukung oleh sejumlah faktor, di antaranya kepastian komitmen pemberantasan stunting.

Sumatera Selatan sendiri pernah meraih penghargaan pada tahun 2023 sebagai provinsi dengan penurunan angka stunting terbanyak dan saat ini berada pada peringkat kedua dengan persentase stunting terkecil secara nasional.

Selain itu, bahan baku program tersedia di Sumsel sehingga tidak perlu impor, menjaga ekosistem pangan lokal tetap bergerak melalui Gerakan Sumsel Mandiri Pangan. Sumsel juga tercatat lima tahun berturut-turut menjadi juara Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

BACA JUGA:Bupati Askolani Larang Keras Semua Pungutan di Lingkungan Dinas Pendidikan Banyuasin

BACA JUGA:PPPK Pemkab Banyuasin Gigit Jari, TPP Tahun 2026 Dihapus

Sementara itu, Irjen Pol. Sony Sonjaya, S.I.K sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional dalam arahannya menekankan bahwa program ini memiliki dua tujuan utama, yakni menciptakan anak-anak unggul melalui asupan gizi yang baik serta mendorong peningkatan perekonomian daerah. Seluruh pelaksana diimbau untuk taat aturan dan disiplin kerja karena seluruh aktivitas program tercatat dan diawasi.

Dalam rapat tersebut juga ditegaskan perintah kepada seluruh Kepala SPPG agar wajib memiliki media sosial dan secara aktif memposting kegiatan sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas publik. Saat ini tercatat sekitar 32 ribu SPPI, 24 ribu mitra, dan 24 ribu SPPG yang terlibat dalam program secara nasional.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait