Banner Pemprov
Pemkot Baru

UBD Kupas Fenomena Bahasa Gaul Lewat Bedah Buku dalam BIDAR Sritures Award 2026

UBD Kupas Fenomena Bahasa Gaul Lewat Bedah Buku dalam BIDAR Sritures Award 2026

Prodi Bahasa Indonesia UBD Bedah Buku Bahasa Gaul, Bahas Perkembangan Bahasa di Era Digital--

Prodi Bahasa Indonesia Universitas Bina Darma (UBD) Bedah Buku “Bahasa Gaul”, Kupas Dinamika Bahasa di Era Modern

Palembang, SUMEKS.CO - Lagi, Program Studi Bahasa Indonesia Universitas Bina Darma (UBD)  menunjukkan komitmen dalam pengembangan kajian kebahasaan melalui kegiatan Bedah Buku “Bahasa Gaul”, Kamis (15 Januari 2026).

Kegiatan ini digelar di Ruang Smart Class Universitas Bina Darma (UBD) dan menjadi bagian dari rangkaian acara The First BIDAR Sritures Award 2026.

Bedah buku ini dipandu oleh Dr. Enil Hidajati, S.S., M.M. sebagai moderator dan menghadirkan Assoc. Prof. Dr. Nurulanningsih, M.Pd. sebagai pembedah buku.

Acara berlangsung interaktif dan diikuti oleh mahasiswa, dosen, serta pemerhati bahasa yang antusias menyimak diskusi seputar perkembangan Bahasa Indonesia di era modern.

BACA JUGA:Manajer Inovasi dan Inkubator Bisnis UBD Jadi Narasumber Seminar Nasional KOMPAS 2026

BACA JUGA:Perkuat Budaya Literasi, Perpustakaan UBD Teken MoA dengan SMK PGRI 2 Palembang


Prodi Bahasa Indonesia UBD Dorong Literasi Kebahasaan Lewat Bedah Buku Bahasa Gaul--

Buku “Bahasa Gaul” yang dibedah merupakan karya Dr. Hastari, Ayu Puspita Indah Sari, M.Pd., dan Yeni Ernawati, M.Pd..

Buku ini mengulas fenomena bahasa gaul sebagai bagian dari dinamika Bahasa Indonesia yang bersifat kreatif, adaptif, dan kontekstual, terutama di tengah pengaruh media digital dan budaya populer.

Dalam pemaparannya, Assoc. Prof. Dr. Nurulanningsih, M.Pd. menegaskan bahwa bahasa gaul tidak dapat dipandang sebagai ancaman bagi Bahasa Indonesia.

Sebaliknya, bahasa gaul merupakan cerminan dinamika sosial dan kreativitas penuturnya, sekaligus bukti bahwa Bahasa Indonesia terus berkembang mengikuti perubahan zaman tanpa kehilangan identitas dan kaidah dasarnya.

“Bahasa adalah sesuatu yang hidup. Selama digunakan oleh penuturnya, bahasa akan terus beradaptasi dan berkembang sesuai dengan konteks sosialnya,” jelasnya.

Diskusi semakin hidup dengan beragam pertanyaan dan pandangan kritis dari peserta. Berbagai isu dibahas, mulai dari posisi bahasa gaul dalam ranah akademik hingga perannya dalam memperkaya kosakata Bahasa Indonesia.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait