Banner Pemprov

Tak Terima Dicap Bandar N4rkob4, Warga Mangulak Propamkan Oknum Satresnarkoba OKU Timur

Tak Terima Dicap Bandar N4rkob4, Warga Mangulak Propamkan Oknum Satresnarkoba OKU Timur

Tak Terima Dicap Bandar N4rkob4, Warga Mangulak Propamkan Oknum Satresnarkoba OKU Timur--Doc sumeks.co

 

SUMEKS.CO,- Aksi penggerebekan yang dilakukan jajaran Satresnarkoba Polres OKU Timur terhadap sebuah rumah warga di Desa Mangulak, Kecamatan Madang Suku I, Kabupaten OKU Timur, pada akhir pekan lalu berbuntut panjang. 

Pemilik rumah, Muhammad Yulio alias Leo (34), secara resmi melaporkan oknum petugas kepolisian ke Unit Pelayanan Pengaduan (Yanduan) Propam Polda Sumatera Selatan.

Langkah tersebut diambil Leo lantaran dirinya tidak terima dituduh sebagai bandar narkoba, sementara dalam penggerebekan yang dilakukan aparat tidak ditemukan barang bukti narkotika sebagaimana yang dituduhkan.

Laporan pengaduan itu disampaikan Leo ke Propam Polda Sumsel pada Selasa 13 Januari 2026, dengan didampingi tokoh masyarakat setempat.

Menurut Leo, tindakan penggerebekan yang dilakukan petugas Satresnarkoba Polres OKU Timur dinilainya tidak mengedepankan asas praduga tak bersalah

BACA JUGA:Eksepsi Ditolak, Sidang TPPU Narkoba 'Crazy Rich' Tulung Selapan Haji Sutar Cs Berlanjut

BACA JUGA:Satres Narkoba Polres OKI Amankan Pelaku Narkoba di Desa Ulak Jermun, di Lokasi sempat Memanas

Selain itu, ia mengaku rumahnya digeledah dan diobrak-abrik oleh petugas dengan dalih mencari narkoba, namun setelah tidak menemukan apa pun, aparat justru meninggalkan lokasi tanpa penjelasan maupun klarifikasi.

“Saya sangat keberatan dan tidak terima dituduh sebagai bandar narkoba. Rumah saya digeledah habis-habisan, tapi tidak ditemukan barang bukti apa pun. Setelah itu mereka pergi begitu saja,” ungkap Leo usai melapor ke Propam Polda Sumsel.


Warga Mangulak laporkan oknum polisi Satresnarkoba OKU Timur ke Propam Polda Sumsel--Doc sumeks.co

Leo menegaskan, laporan yang ia sampaikan bukan tanpa alasan. Ia merasa tindakan aparat tersebut telah mencoreng nama baiknya di tengah masyarakat.

Pasca penggerebekan, sejumlah kerabat dan tetangga mendatangi rumahnya untuk menanyakan kebenaran isu yang berkembang, namun tidak ada klarifikasi resmi dari pihak kepolisian.

“Setelah kejadian itu, banyak tetangga dan keluarga datang menanyakan apakah benar saya bandar narkoba. Ini jelas merusak nama baik saya. Karena itu saya melapor, terutama terhadap Kanit yang memimpin langsung penggerebekan tersebut,” tegasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: