Banner Pemprov
Pemkot Baru

Jalan Tulung Selapan OKI Kini Mulus Beraspal dan Beton, Dulu Bak Kubangan Lumpur

Jalan Tulung Selapan OKI Kini Mulus Beraspal dan Beton, Dulu Bak Kubangan Lumpur

Gubernur Sumsel, Herman Deru dan Bupati OKI, H Muchendi saat melakukan Perjalanan Darat (Riding) ke Kecamatan Tulung Selapan. Foto : Dokumen/Sumeks.Co--

Jalan Tulung Selapan OKI Kini Mulus Beraspal dan Beton, Dulu Bak Kubangan Lumpur

KAYUAGUNG, SUMEKS.CO - Jalan di Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dahulu bak kubangan lumpur. 

Kini jalanan menuju Kecamatan Tulung Selapan, telah berangsur mulus. Dahulu kerap viral karena rusak parah. 

Dimana jalan yang selama puluhan tahun menjadi keluhan warga tersebut telah diaspal dan dicor beton, meski belum sepenuhnya rampung.

Kerusakan parah sebelumnya terjadi di sejumlah titik, di antaranya ruas Lebung Batang–Lebung Itam dan Lebung Itam–Tulung Selapan. 

BACA JUGA:Haji Sutar 'Crazy Rich' Tulung Selapan Didakwa TPPU Narkotika, Aset Miliaran Rupiah Terancam Dirampas Negara

BACA JUGA:Dua Terdakwa Kasus Pembunuhan di Tulung Selapan OKI Dihukum 5 Tahun Penjara

Kondisi itu kerap dikeluhkan warga dan ramai diperbincangkan di media sosial karena menyulitkan aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.

Saat ditemui di sela kunjungan Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru bersama Bupati OKI H Muchendi Mahzareki, Rabu 31 Desember 2025, sejumlah warga menceritakan pengalaman pahit melintasi jalan tersebut.

“Pernah perjalanan dari Tulung Selapan ke Palembang sampai 12 jam. Berangkat jam tujuh pagi, baru sampai rumah jam sepuluh malam,” ujar Erni, warga Tulung Selapan Ilir.

Sebagai pedagang, Erni mengaku kerap merugi. “Sampai Palembang toko sudah tutup, akhirnya pulang sia-sia. Rugi di ongkos,” katanya.

BACA JUGA:BNN Akhirnya Buka Kasus Haji Sutar ‘Crazy Rich’ Tulung Selapan, TPPU Narkotika Rp52 Miliar

BACA JUGA:BPJS Kesehatan Palembang Jemput Bola Hadirkan Pelayanan Terpadu, Warga Tulung Selapan Antusias!

Pengalaman serupa dialami Nurhaya (54), pedagang di Pasar Tulung Selapan. Ia harus mengeluarkan biaya tambahan karena kendaraan pengangkut barang dagangannya kerap terjebak lumpur.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: