Jalan Tulung Selapan OKI Kini Mulus Beraspal dan Beton, Dulu Bak Kubangan Lumpur
Gubernur Sumsel, Herman Deru dan Bupati OKI, H Muchendi saat melakukan Perjalanan Darat (Riding) ke Kecamatan Tulung Selapan. Foto : Dokumen/Sumeks.Co--
“Kerugiannya sudah tidak terhitung. Pernah air minum isi ulang satu tangki terpaksa dibuang karena mobil tidak bisa lewat,” ujar Nurhaya.
Kini, kondisi tersebut mulai berubah. Jalan yang dulu berlumpur telah diperkeras dengan aspal dan beton.
Tak hanya itu waktu tempuh menuju Palembang pun semakin singkat.
BACA JUGA:Bupati OKI Buka Keran Dana Bangub, Rp30 Miliar untuk Perbaikan Jalan Tulung Selapan
BACA JUGA:Tulung Selapan Menyala Lagi, Setelah Tipsani Kali Ini Kasus Aliran Uang Panas Narkoba
“Alhamdulillah sekarang sudah banyak perubahan. Ke Palembang bisa tiga sampai empat jam saja karena jalannya sudah bagus, walaupun belum semuanya,” kata Nurhaya.
Pada 2025, pemerintah daerah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 66 miliar dari APBD provinsi dan kabupaten untuk memperbaiki tujuh titik ruas jalan yang menghubungkan empat kecamatan di pesisir timur OKI.
Yakni SP Padang, Pampangan, Pangkalan Lampam, dan Tulung Selapan.
Gubernur Sumatera Selatan, H Herman Deru menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur harus menjadi bukti nyata kerja pemerintah, bukan sekadar wacana.
BACA JUGA:Terungkap Kades Tulung Selapan Dihubungi BNN Sebelum Geledah Rumah Haji Sutar
BACA JUGA:Rumah Haji Sutar Digeledah BNN Petugas Polsek Tulung Selapan Hanya Berjaga Diluar
“Keluhan masyarakat OKI, khususnya terkait Jalan Tulung Selapan, bersama bupati kami tindak lanjuti. Ruas-ruas jalan di OKI memang menjadi perhatian agar manfaat pembangunan bisa dirasakan merata,” ujar Herman Deru.
Dimana Gubernur Sumsel ini melakukan perjalanan darat (Riding) bersama Bupati OKI dari Palembang hingga Tulung Selapan.
Ia menyebutkan, total Bantuan Keuangan Bersifat Khusus (BKBK) yang dialokasikan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan untuk Kabupaten OKI pada 2025 mencapai Rp 371 miliar.
“Kalau tidak dibantu, OKI akan kesulitan membangun karena wilayahnya luas sementara anggarannya terbatas,” katanya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:







