Irma Suryani Sosialisasikan Program Bangga Kencana di OKU Timur
--
Sementara itu, Penata KKB Ahli Muda BKKBN Sumatera Selatan, M Jumliadi SIP MSi, menjelaskan bahwa stunting merupakan kondisi gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis, terutama yang terjadi sejak periode awal kehidupan.
Ia mengingatkan bahwa stunting tidak hanya berkaitan dengan tinggi badan anak yang lebih pendek dibandingkan standar usianya. Kondisi tersebut juga dapat berkaitan dengan perkembangan kognitif dan kemampuan belajar apabila disertai gangguan gizi dan faktor lain yang memengaruhi tumbuh kembang.
“Makanya stunting ini sangat berbahaya sekali. Sudah pendek, otaknya juga tidak berfungsi dengan baik,” imbuhnya.
Karena itu, ia menekankan pentingnya pemenuhan gizi sejak masa kehamilan, pemberian makanan bergizi kepada anak, pemantauan pertumbuhan secara rutin, serta akses terhadap pelayanan kesehatan yang memadai.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa pencegahan stunting harus dimulai sejak sebelum kehamilan hingga anak memasuki masa pertumbuhan.
Keluarga juga perlu memperhatikan kebersihan lingkungan, ketersediaan air bersih, serta pola asuh yang mendukung kesehatan anak.
Camat Martapura, Ir. Emiliana HAW ST MT, selaku tuan rumah, turut mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam membangun keluarga yang sehat dan terencana.
“Mari bersama-sama kita menjadi keluarga terencana dan sehat dengan cara ber-KB,” ajaknya.
Melalui sosialisasi Program Bangga Kencana bersama mitra kerja di Kabupaten OKU Timur ini, diharapkan kesadaran masyarakat mengenai kesehatan reproduksi, keluarga berencana, pencegahan HIV/AIDS, serta pemenuhan gizi keluarga semakin meningkat. Dengan dukungan berbagai pihak, upaya mewujudkan keluarga sehat dan mencegah stunting diharapkan dapat berjalan lebih optimal. (*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
