Banner Pemprov

Wabup OKI Apresiasi Kolaborasi Perusahaan dan Desa dalam Program Desa Bebas Api

Wabup OKI Apresiasi Kolaborasi Perusahaan dan Desa dalam Program Desa Bebas Api

Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Program Desa Bebas Api, di Ruang Rapat Bende Seguguk II, Pemda OKI. Foto : Dokumen/Sumeks.Co--

Merespons kondisi tersebut, PT Kelantan Sakti bersama PT Persada Sawit Makmur memperluas Program Desa Bebas Api dengan melibatkan 10 desa dan 1 kelurahan di Kabupaten OKI. 

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan MoU Program DBA sebagai upaya memperkuat pencegahan karhutla berbasis masyarakat.

Program Desa Bebas Api telah berjalan sejak 2025 dengan melibatkan lima desa. Pada tahun pertama pelaksanaannya, PT PSM bermitra dengan Desa Cinta Jaya, sementara PT Kelantan Sakti bermitra dengan Desa Teloko, Desa Kandis, Desa Tanjung Serang dan Desa Ulak Depati.

Pada 2026, cakupan program diperluas menjadi 10 desa dan 1 kelurahan. PT PSM melanjutkan kolaborasi dengan Desa Cinta Jaya sekaligus memperluas kemitraan dengan Kelurahan Kedaton, Desa Tanjung Menang, Desa Jungkal dan Desa Pulau Geronggang.

BACA JUGA:Karhutla di Kalimantan, Malaysia Terdampak Kabut Asap

BACA JUGA:Cegah Karhutla 2026, Polres Empat Lawang Bergerak Serentak di 9 Kecamatan

Sementara PT Kelantan Sakti memperluas program dengan tetap melibatkan Desa Teloko, Desa Kandis, Desa Tanjung Serang dan Desa Ulak Depati, serta menambah Desa Ulak Pianggu dan Desa Keman Baru sebagai mitra Program Desa Bebas Api.

Group Manager PT Persada Sawit Makmur, Makmur Ginting, mengatakan Program Desa Bebas Api merupakan bentuk kolaborasi perusahaan bersama pemerintah desa dan seluruh pemangku kepentingan untuk mengantisipasi dan mencegah terjadinya karhutla.

“Program Desa Bebas Api merupakan program yang mengkolaborasikan antara perusahaan, desa-desa dan seluruh stakeholder dalam mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan. Tahun lalu program ini kita terapkan di lima desa dan tahun ini kita kembangkan dengan melibatkan lebih banyak desa,” ujar Makmur.

Menurutnya, perluasan program tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi meningkatnya risiko karhutla selama musim kemarau.

BACA JUGA:Atasi Karhutla di Sumsel Perlu Manajemen yang Baik, Sanksi Tegas Hingga Peran Perusahaan Dibutuhkan

BACA JUGA:Ajak Warga Cegah Karhutla, Kapolres OKI Silaturahmi dengan Kades di Kecamatan Lempuing Jaya

“Kondisi kemarau tahun ini perlu kita sikapi dengan meningkatkan kewaspadaan dan upaya pencegahan. Apalagi risiko karhutla merupakan tantangan yang tidak bisa kita hadapi sendiri. Karena itu, kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, desa dan masyarakat menjadi kunci untuk meminimalisir terjadinya karhutla, khususnya di wilayah OKI,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, Program Desa Bebas Api melibatkan crew leader di setiap desa yang bertugas melakukan pemantauan kondisi wilayah sekaligus menyosialisasikan kepada masyarakat mengenai bahaya dan dampak karhutla.

Selain itu, perusahaan memberikan apresiasi kepada desa yang berhasil menjaga wilayahnya dari kejadian kebakaran. Desa yang mampu mencapai kondisi zero fire atau tidak terjadi kebakaran akan mendapatkan reward sebesar Rp50 juta dalam bentuk material yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan desa.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: