Banner Pemprov
Pemkot Baru

Sulit Cari Kerja Warga OKI Pilih Jadi Pekerja Migran Indonesia, Terdata Ratusan

Sulit Cari Kerja Warga OKI Pilih Jadi Pekerja Migran Indonesia, Terdata Ratusan

Disnakertrans OKI saat melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait PMI. Foto : Dokumen/Sumeks.Co--

"Tujuan Malaysia terdata 70 orang, Turki 79 orang, Taiwan 82 orang. Sisanya Korea Selatan, Hongkong dan Jepang," terangnya. 

Masih dikatakan Anton, untuk pendidikan dari PMI ini adalah tingkat SMP dan SMA, dimana paling banyak lulusan SMA. 

Kemudian, dari ratusan warga Kabupaten OKI yang menjadi PMI ini terdata ada 88 orang berasal dari Kecamatan SP Padang, Kecamatan Teluk Gelma 60 orang. Lalu sebanyak 38 orang berasal dari Kecamatan Kayuagung. Sisanya menyebar di Kecamatan lainnya. 

BACA JUGA:Jangan Panik, Ini Jenis Pekerjaan yang Masih Punya Masa Depan di Era AI 2026

BACA JUGA:Bersama BRILink Agen, Keluarga di Jepara Ini Berhasil Buka Lapangan Pekerjaan bagi Masyarakat Sekitar

Anton menegaskan, pihaknya selalu mengimbau kepada masyarakat Kabupaten OKI yang akan bekerja keluar negeri atau PMI sesuai dengan prosedural. Yakni berangkat melalui agent resmi. 

"Ini selalu kita sampaikan saat sosialisasi ke Kecamatan-kecamatan agar tidak menjadi korban perdagangan orang dan negatif lainnya," bebernya. 

Dikatakan Anton, kepada masyarakat Kabupaten OKI jangan tergiur atau diiming-imingi dengan gaji yang besar untuk bekerja ke luar.

Ini agar terhindar dari perdagangan orang. Yakni dengan berangkat melalui agent resmi dan prosedural. 

BACA JUGA:Bukan Tanpa Alasan, Motorola Razr Fold Disebut Cocok Buat Pekerja Profesional

BACA JUGA:Update Harga Pajero Sport Series di 2026: Mobil Para Direktur yang Cocok untuk Semua Kebutuhan Pekerjaan

"Pihak kita selalu selektif dalam memberikan rekomendasi untuk bekerja ke luar atau menjadi PMI. Agar tidak terjadi hal-hal yang merugikan," pungkasnya. 

 

 

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: