Implementasi Pancasila di Tempat Tinggal dan Kehidupan Sehari-hari
--
Nama : Verawati
NIM : PO7124226177
Lokus : Prabumulih
Prodi : RPL D4 Kebidanan
Nama Dosen : Wendy Anugrah Octavian, S.Pd, M.Pd
Mata Kuliah : Pancasila
Kelurahan Muara Dua, Kecamatan Prabumulih Timur, Kota Prabumulih, memiliki wilayah sekitar 2.680 hektar dengan jumlah penduduk lebih dari 11 ribu jiwa yang terbagi dalam 3.035 kepala keluarga. Dalam kehidupan sehari-hari, nilai-nilai Pancasila dapat ditemukan melalui berbagai aktivitas masyarakat. Penerapan Sila Pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, terlihat dari kegiatan keagamaan yang dilakukan oleh masyarakat, seperti menjalankan ibadah di masjid serta mengikuti pengajian yang dilaksanakan secara rutin di setiap RT. Selain itu, masyarakat juga menunjukkan sikap saling menghargai dan menghormati antarumat beragama. Sikap toleransi tersebut menciptakan suasana kehidupan yang religius, nyaman, dan kondusif sehingga setiap warga dapat menjalankan ibadahnya dengan tenang.
Penerapan Sila Kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, tercermin dari kepedulian masyarakat terhadap sesama. Warga memiliki kebiasaan menjenguk tetangga yang sedang sakit, memberikan bantuan kepada keluarga yang mengalami musibah, serta memberikan dukungan kepada masyarakat yang sedang menghadapi kesedihan atau kehilangan. Dalam kehidupan bermasyarakat, warga juga berusaha menunjukkan sikap ramah, sopan, dan saling menghargai tanpa membedakan suku, ras, maupun kondisi sosial. Setiap individu dipandang memiliki kedudukan yang sama sehingga harus diperlakukan secara adil dan manusiawi.
Selanjutnya, Sila Ketiga, Persatuan Indonesia, diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang menumbuhkan kebersamaan, salah satunya kerja bakti secara rutin untuk menjaga kebersihan lingkungan dan fasilitas umum. Jalan Tanggamus sebagai salah satu akses penting di kelurahan turut menjadi perhatian masyarakat. Warga dari 10 RW dan 38 RT bekerja sama dalam berbagai kegiatan, seperti membersihkan selokan, memotong ranting pohon, serta memperbaiki fasilitas yang mengalami kerusakan. Selain gotong royong, masyarakat juga mengedepankan musyawarah ketika menghadapi perbedaan pendapat atau permasalahan agar hubungan antarwarga tetap harmonis dan persatuan dapat terus dipertahankan.
Sila Keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, dapat dilihat melalui kegiatan rapat dan musyawarah yang melibatkan berbagai unsur masyarakat. Berbagai persoalan, terutama yang berkaitan dengan pembangunan dan pelayanan masyarakat, dibahas secara bersama-sama. Setiap warga diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat dan aspirasinya, kemudian seluruh masukan dipertimbangkan sebelum menentukan keputusan. Hasil musyawarah diterima dengan sikap terbuka dan penuh tanggung jawab. Hal tersebut juga tercermin dalam pemilihan ketua RT dan RW yang dilakukan dengan mengutamakan kejujuran, tanggung jawab, serta kepentingan masyarakat.
Sementara itu, Sila Kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, tercermin dalam adanya sikap saling membantu dan pembagian tanggung jawab yang seimbang dalam kehidupan bermasyarakat. Setiap warga memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dalam kegiatan sosial dan gotong royong tanpa adanya perlakuan yang berbeda. Selain itu, masyarakat yang memiliki kemampuan lebih juga menunjukkan kepedulian terhadap warga yang membutuhkan, misalnya melalui pemberian bantuan berupa sembako maupun santunan. Kepedulian tersebut menjadi salah satu bentuk usaha untuk menciptakan kehidupan sosial yang lebih adil sehingga tidak ada warga yang merasa diabaikan atau tersisihkan.
Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan nilai-nilai Pancasila di Kelurahan Muara Dua tidak hanya sebatas pemahaman secara teori, tetapi telah menjadi bagian dari kebiasaan dan kehidupan masyarakat. Nilai-nilai tersebut tercermin melalui kegiatan keagamaan, kepedulian terhadap sesama, gotong royong, musyawarah, serta upaya mewujudkan keadilan sosial. Berbagai bentuk penerapan tersebut turut menciptakan lingkungan masyarakat yang rukun, aman, nyaman, dan sejahtera. Sebagai bagian dari masyarakat, saya juga memiliki tanggung jawab untuk terus menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari serta ikut menjaga kerukunan dan kebersamaan yang telah terbentuk di lingkungan masyarakat.(*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
