KOCAK, Pertamax Adalah Pertalite Yang Tidak Ngantri, Candaan Netizen Viral di Medsos

Kocak, pertamax adalah pertalite yang tidak ngantri candaan netizen viral di medsos. foto: @_umpteenthtime_. --
BACA JUGA:Polda Sumsel Bongkar Gudang Solar Oplosan di Talang Keramat, Pekerjakan Anak di Bawah Umur?
Seperti diberitakan, Direktur Penyidikan Jampidsus Abdul Qohar mengatakan, 4 tersangka adalah petinggi di anak perusahaan PT Pertamina dan 3 swasta.
Kerugian negara dari sisi ekspor minyak mentah dalam negeri dan impor minyak mentah melalui broker. Kerugian lewat broker dan pemberian kompensasi serta subsidi.
Tersangka memerintahkan oplos lalu minyak mentah RON 90 (setara Pertalite) menjadi RON 92 (Pertamax).
Pada kasus yang dibongkar Kejagung ini, masih menurut Iwan Piliang, sejatinya produk crude Indonesia itu adalah produk yang bagus yang diekspor.
BACA JUGA:Polda Sumsel Bongkar Gudang Solar Oplosan di Talang Keramat, Pekerjakan Anak di Bawah Umur?
BACA JUGA:Polisi Bongkar Gudang BBM Pertalite Oplosan di OKI, Segini Jumlah Barang Bukti yang Diamankan
“Mungkin harganya kita ambil contoh 100 gitu (100 dollar) kualitas bagus dijual keluar, nah akhirnya dapat selisih, tapi selisih ini pun berapa dalam pembukuan Pertamina?”.
Kemudian di akal-akalin spek seperti dirilis Kejagung, dimana Indonesia harus membeli kualitas rendah crude, harga tinggi sulfur tinggi, keraknya pun ada.
Karena keraknya itu, kata Iwan Piliang, sisa lumpurnya dan segala macamnya masih bisa dijual lagi, ada tidak di pembukuan Pertamina?
“Ini baru bicara minyak mentah,” tegasnya.
BACA JUGA:Polda Sumsel Bongkar Gudang Solar Oplosan di Talang Keramat, Pekerjakan Anak di Bawah Umur?
BACA JUGA:5,5 Ton Lebih BBM Solar Bersubsidi Dioplos Minyak Tanah Hasil Penyulingan Ilegal di Muba
Dan itu volume impor Indonesia 24 juta per bulannya, “kita belum bicara solar, kayak EN590 10 PPM impor 100 ribu ton misalnya”.
Pasti dari refinery, kata Iwan Piliang, dilebihkan 1200 untuk terjadinya indikasi pengurangan volume, yaitu 1200 bahkan lebih.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: