Do’a yang Diajarkan Rasulullah SAW Pada 10 Malam Terakhir Ramadan Agar Dapat Lailatul Qadr

Do’a yang Diajarkan Rasulullah SAW Pada 10 Malam Terakhir Ramadan Agar Dapat Lailatul Qadr

mengetahui makna do’a yang dibaca pada 10 hari terakhir ramadan--

Para ulama pun menyimpulkan dari hadits agar umat islam memperbanyak membaca do’a tersebut pada malam 10 terakhir ramadan yang diharapkan salah satunya adalah malam lailatul qadr.

Do’a diatas disebut sangat komplit dan penuh makna karena meskipun singkat, do’a yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengandung ketundukan.

BACA JUGA:7 Doa Dapatkan Rezeki Melimpah di Bulan Ramadan, Baca Jelang Lebaran Maka Hal Ini yang Bakal Didapat!

BACA JUGA:Doa Agar Anak Sukses Dunia Akhirat Sesuai Keinginan Orang Tua, Amalkan Bacaan Ini Tiap Hari

Ketika seorang hamba membaca do’a tersebut itu sama seperti ia memberikan pernyataan bahwa manusia tidak luput  dari dosa.

Meski begitu, membaca do’a ini tidak hanya terbatas pada bulan ramadan saja, do’a ini dianjurkan pada malam lailatul qadr karena malam tersebut sangat penuh dengan kemuliaan dan ampunan.

Al-Baihaqi rahimahullah berkata, “Meminta maaf atas kesalahan dianjurkan setiap waktu dan tidak khusus di malam lailatul qadar saja.” (Fadho-ilul Awqot, hal. 258).

Ibnu Rajab rahimahullah memberi penjelasan menarik, “Sesungguhnya perintah memohon al-‘afwu pada malam lailatul qadar setelah kita bersungguh-sungguh beramal di dalamnya dan di sepuluh hari terakhir Ramadhan, ini semua agar kita tahu bahwa orang yang arif (bijak) ketika sungguh-sungguh dalam beramal kemudian ia tidak melihat amalan yang ia lakukan itu sempurna dari sisi amalan, keadaan, maupun ucapan. Karenanya ia meminta kepada Allah al-‘afwu (pemaafan) seperti keadaan seseorang yang berbuat dosa dan merasa penuh kekurangan.”

BACA JUGA:Inilah 3 Waktu Mustajab Berdoa Dikabulkan di Bulan Ramadan, Simak Penjelasan Ustaz Khalid Basalamah

BACA JUGA:Hari Jumat Bulan Ramadhan, Waktu Terbaik Berdoa, Semua Hajat akan Mudah Dikabulkan

Kemudian Yahya bin Mu’adz berkata, “Bukanlah orang yang arif (bijak) jika ia tidak pernah mengharapkan pemaafan (penghapusan dosa) dari Allah” Lathoiful Ma’arif, hal. 362-363.

Hadits dari ‘Aisyah di atas juga menunjukkan bahwa do’a di malam lailatul qadar adalah do’a yang mustajab.

Hal itulah yang membuat ‘Aisyah bertanya pada Rasul mengenai do’a apa yang mesti dipanjatkan di malam tersebut.

Hadits ‘Aisyah juga menunjukkan bahwa jika seseorang berdo’a pada Allah diperantarai dengan tawassul melalui nama-nama Allah.

Seperti dalam do’a terlebih dahulu memuji Allah dengan ‘Allahumma innaka ‘afuwwun', yaitu “Ya Allah yang Maha Pemberi Maaf’.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: