Waduh! Akademisi Ini Pertanyakan Keakuratan Real Count KPU, Banyak Suara Caleg Sumsel Hilang

Waduh! Akademisi Ini Pertanyakan Keakuratan Real Count KPU, Banyak Suara Caleg Sumsel Hilang

Akademisi Ridho Junaidi SH MH mempertanyakan keakuratan perhitungan suara Real Count resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU). Foto: dokumen/sumeks.co--

Waduh! Akademisi Ini Pertanyakan Keakuratan Real Count KPU, Banyak Suara Caleg Sumsel Hilang

PALEMBANG, SUMEKS.CO - Seorang akademisi dari Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Sumpah Pemuda (STIHPADA) Palembang, Ridho Junaidi SH MH mempertanyakan keakuratan perhitungan suara Real Count resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Dari hasil temuannya, data real count perhitungan suara Pemilihan Legislatif (Pileg) DPR RI yang terdapat di situs resmi pemilu2024.kpu.go.id cenderung berubah-ubah setiap waktu.

"Temuan itu di antaranya, untuk caleg DPR RI baik Dapil I dan Dapil II Sumatera Selatan banyak sekali kejanggalan hasil perhitungan suaranya," ujar Ridho diwawancarai Senin 19 Februari 2024.

Dikatakannya, perubahan data perolehan suara dari real count milik KPU cenderung merugikan peserta Pileg yang ikut Pemilu 2024.

BACA JUGA:Update Real Count Pilpres Pemilu 2024, Pagi Ini Paslon 02 Masih Bertengger di Posisi Teratas

Dia mencontohkan, salah satu peserta Caleg DPR RI Dapil II Sumatera Selatan dari salah satu partai data suara masuk pukul 09.00 WIB mendapatkan 4.790 suara, hingga mendapat 5.165 suara pada pukul 15.00 WIB.

Namun, lanjut Ridho yang berprofesi sebagai advokat ini membeberkan pada update perolehan suara satu jam selanjutnya malah anjlok drastis.

"Pada pukul 16.00 WIB perolehan suara caleg tersebut malah turun drastis menjadi 3.997 suara, itu kan aneh," sebutnya.

Dilanjutkan Ridho, kejanggalan perolehan suara berdasarkan real count KPU tersebut tidak hanya satu caleg saja, akan tetapi setelah dicermati ada beberapa nama caleg lainnya juga.

BACA JUGA:Real Count KPU, Paslon 02 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka Unggul 57,46 Persen

Padahal, masih menurut Ridho data perhitungan suara tersebut resmi dikeluarkan oleh KPU yang dilihat oleh masyarakat.

Akan tetapi, lanjut Ridho fakta temuannya hasil perhitungan suara itu salah dan berulang-ulang, tentu akan menjadi pertanyaan besar dan menjadi asumsi publik dugaan permainan suara oleh KPU.

Hal tersebut, menurut Ridho tidak hanya merugikan peserta Caleg karena terjadi pengurangan suara yang sangat drastis, namun juga merugikan masyarakat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: