Brand Pakaian Marks and Spencer Top di Boikot, Iklannya Dinilai Membakar Bendera Palestina

Brand Pakaian Marks and Spencer Top di Boikot, Iklannya Dinilai Membakar Bendera Palestina

Aksi boikot brand pakaian top Mark and Spencer di seluruh dunia bergema.--dok : sumeks.co

SUMEKS.CO – Brand pakaian asal Inggris, Marks and Spencer mendapat kecaman dari seluruh dunia setelah penayangan iklan terbaru menuai kontroversi. 

Ikan tersebut menampilkan wanita memandang perapian dengan memperlihatkan kertas berwarna hijau, merah, dan silver dibakar.

Warna yang ada pada perapian ini dinilai jelas mempresentasikan warna dari bendera Palestina. Alhasil iklan tersebut langsung banjir hujatan dari pengguna media sosial.

Warganet yang kecewa dengan brand satu ini kemudian menyerukan boikot produk-produk Marks and Spencer. 

BACA JUGA:Heboh di Medsos, Seruan Aksi Boikot Produk Israel di Indonesia, Ini Daftar Lengkapnya

Tidak sampai disitu saja, warganet asal Malaysia meminta agar M&S menutup gerai mereka yang ada di negaranya.

"Aku tak akan pernah membelinya lagi karena kami tidak bodoh, jangan menjadi palsu dan memercayai narasi yang sesat," komentar seorang warganet.

Iklan yang diunggah tidak hanya merendahkan Palestina, namun juga dinilai sangat rasis dan sama dengan bunuh diri telah menghancurkan citra yang sudah dibangun. 

"#boikotmarksandspencer," tulis warganet lain dalam bahasa Inggris.

BACA JUGA:Ramai di Media Sosial Aksi Boikot Produk Israel, Ini Komentar Kemenperin

"Aku berjanji padamu @marksandspencer, kamu tak akan pernah mendapatkan sepeser pun dariku atau keluargaku lagi!!" sahut netizen lain.

Setelah unggahan tersebut ramai mendunia bahkan brand satu ini diduga sudah  melakukan genosida warga Palestina.

Pihak Marks and Spencer kemudian buka suara dan menghapus postingan iklan yang menurutnya sudah direkam sejak bulan Agustus lalu.

Lebih lanjut pihak brand ini juga mengklaim bahwa benda yang terlihat seperti warna bendera Palestina ini adalah topi pesta Natal yang berkaitan dengan tema iklan yang diangkat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: