Buntut Ustadz IW Dijemput Tim Densus 88, Muazni Himbau Masyarakat Berhati-hati Menerima Berbagai Macam Ajaran

Buntut Ustadz IW Dijemput Tim Densus 88, Muazni Himbau Masyarakat Berhati-hati Menerima Berbagai Macam Ajaran

Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten OKI, H Syarip.--

KAYUAGUNG, SUMEKS.CO - Terduga teroris, Ustadz IW (36) salah satu pimpinan pondok pesantren di Desa Mulya Guna, Kecamatan Teluk Gelam, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), di jemput oleh Tim Densus 88 pada Minggu 15 Oktober 2023 malam. 

Menanggapi hal itu, Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten OKI, H Syarip melalui Kepala Sub Bagian TU Muazni Masykur mengatakan, pihaknya belum menerima informasi secara utuh.

"Sampai saat ini kami belum menerima info secara utuh mengenai penangkapan salah satu pimpinan ponpes di Kabupaten OKI,” ungkapnya didampingi Kasi Pontren Kankemenag OKI Efin Gustrizali, Rabu 18 Oktober 2023.

Lanjut Muazni, mengenai terduga teroris ini, pihaknya menghimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam menerima berbagai macam ajaran. 

BACA JUGA:Sering Dikira Tanaman Pengganggu, Ini 10 Manfaat Ampuh Daun Binahong Bagi Kesehatan

Disampaikan Muazni, untuk ponpes yang dimpin IW belum mendapatkan izin. Dimana artinya belum terdaftar di Kementerian Agama, baik di Kabupaten OKI maupun di pusat.

“Prosedur izin ponpes itu dari bawah sampai ke pusat, tapi yang mengeluarkan pusat," ujarnya. 

Sambungnya, pihaknya berharap untuk di Kabupaten OKI selalu dalam situasi kondusif. Jangan ada lagi yang seperti ini. 

Terpisah, Ketua Dewan Dakwah OKI Ustadz Suparjon Ali Haq Al Tsabit SPdi MPdI menjelaskan, untuk informasi mengenai terduga teroris itu, sebenarnya dia sudah mengetahui dari pihak kepolisian sekitar 6 jam setelah kasus penangkapan.

BACA JUGA: Alhamdulillah! Hujan Cukup Deras Kembali Membasahi Kota Palembang

“Untuk yang ditangkap ini sebenarnya bukan orang baru, tetapi sudah lama yang bersangkutan dan lembaganya itu terindikasi radikalisme sebelumnya,” jelas Tsabit. 

Masih kata Ustadz Al Tsabit, seingatnya mungkin sudah 4 tahunan lembaga tersebut tidak mendapat izin operasional karena terindikasi radikalisme. Tetapi menyangkut afiliasinya, dirinya tidak paham.

“Terkait radikalisme, saya sering dijadikan sebagai narasumber menyampaikan untuk menjauhi pemahaman radikalisme dan terorisme. Cuma memang, kita tidak bisa menyentuh sampai ke semua lapisan,” terangnya.

Lanjutnya, meskipun begitu, mereka dari dahulu sampai hari ini tetap mengimbau masyarakat jauhi paham yang menyimpang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: