Rian Mahendra Beberkan Alasan Pilih Bus Lain daripada Bekas PO Haryanto

Rian Mahendra Beberkan Alasan Pilih Bus Lain daripada Bekas PO Haryanto

Rian Mahendra menjelaskan secara blak-blakan mengapa ia enggan mengadopsi bus-bus dari PO Haryanto.--

SUMEKS.CO - Pemilik PO Mahendra Transport Indonesia (MTI), Rian Mahendra, menjelaskan secara blak-blakan mengapa ia enggan mengadopsi bus-bus dari mantan perusahaannya, PO Haryanto.

Rian Mahendra, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Operasional di PO Haryanto, telah berkiprah dalam industri ini sejak usianya baru 19 tahun. Menariknya bahwa Haji Haryanto, pemilik PO Haryanto, adalah ayah dari Rian Mahendra.

Namun, pada tahun 2022, Rian Mahendra menghadapi sebuah perubahan dramatis ketika ia dipecat dari jabatannya sebagai Direktur Operasional di PO Haryanto.

Keputusan ini kemudian mendorongnya untuk memulai perusahaan barunya, yaitu PO MTI.

BACA JUGA:Bus Telolet Kembali Gegerkan Publik Tanah Air, Pemilik PO MTI Rian Mahendra Bilang Begini

Dalam usahanya untuk memperkuat PO MTI, Rian Mahendra memutuskan untuk menggunakan bus-bus bekas yang diperolehnya dari beberapa perusahaan otobus yang ada saat ini, seperti PO Sembodo.

Selain itu, dia juga menjalankan kerja sama dengan perusahaan-perusahaan otobus lainnya untuk memperluas armada PO MTI.

Namun, yang menarik adalah keputusan Rian Mahendra menolak bus bekas dari PO Haryanto, meskipun memiliki akses ke armada tersebut.

Alasannya? Rian Mahendra berpendapat bahwa bus-bus yang saat ini masih digunakan oleh PO Haryanto tidak lagi cocok untuk layanan bus Antar Kota Antar Propinsi (AKAP).

BACA JUGA:Rian Mahendra Kecewa, Sang Ayah Mengorek Kembali Aib 6 Tahun Lalu

Kemungkinan besar karena bus-bus tersebut sudah mencapai usia tua dan kinerjanya tidak lagi optimal untuk perjalanan jarak jauh.

"Kalau dipakai untuk keperluan wisata masih bisa, tapi untuk AKAP, sungguh melelahkan," ujar Rian Mahendra.

Sebagai pemilik PO MTI, ia memiliki standar yang tinggi untuk armada busnya. Ia memastikan bahwa bus-bus bekas yang dia pilih dalam kondisi prima dan memiliki jumlah kilometer yang masih rendah.

Sebagai contoh, Rian Mahendra merinci bahwa bus PO Sembodo yang dijadikannya bus PO MTI masih memiliki jumlah kilometer yang relatif rendah, belum mencapai 100.000 kilometer, dengan jumlah saat itu hanya sekitar 70.000 kilometer.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: