MENGHARUKAN! Beredar Video Jeritan Hati Anak-Anak Pulau Rempang: Tolong, Kami Tidak Mau Pindah!

MENGHARUKAN! Beredar Video Jeritan Hati Anak-Anak Pulau Rempang: Tolong, Kami Tidak Mau Pindah!

Beredar di media sosial video jeritan anak-anak Sembulang Pulau Rempang yang enggan pindah dan tolak relokasi.--

SUMEKS.CO - Beredar di media sosial, video jeritan hati anak-anak Pulau Rempang Kota Batam, yang saat ini masih sedang berpolemik menolak relokasi terkait Proyek Strategis Nasional (PSN) pemerintah di Pulau Rempang.

Puluhan anak-anak dalam video berdurasi 22 detik, kompak meneriakkan penolakan untuk digusur oleh pemerintah hingga membuat warganet terenyuh.

Video tersebut beredar di media sosial, salah satunya diunggah oleh akun @Semangat.News, yang di-posting pada Selasa 19 September 2023 kemarin.

"Kami anak-anak Sembulang pulau Rem tidak mau dipindah," teriak anak-anak didalam video.

BACA JUGA:Soal Penggusuran Pulau Rempang, UAH Beri Pesan Ini Pada Pemerintah: Maaf, Jangan Tersinggung dan Marah

Masih diteriakkan anak-anak tersebut, meminta pertolongan kepada pihak pemerintah untuk membantu mereka, agar tanah kelahirannya tidak diambil.

"Tolong kami, bantu kami, saudara-saudari kami sedunia jangan ambil tanah kelahiran kami, Allahu Akbar...Allahu Akbar...Allahu Akbar!," ucap anak-anak tersebut.

Unggahan video tersebutpun, membuat warganet terenyuh, dan meminta pihak pemerintah agar mendengarkan jeritan hati anak-anak tersebut terhadap tanah kelahirannya di Pulau Rempang.

Sebelumnya, bentuk dukungan terhadap Pulau Rempang terhadap warga yang menolak relokasi datang dari salah satu ulama ternama asli Melayu Ustad Abdul Somad atau dikenal dengan sebutan UAS.

BACA JUGA:Menteri Bahlil Dekati Warga Rempang, Kepala BP Batam Bukan 16 Kampung yang Direlokasi Tapi?

Apalagi, beberapa waktu lalu masyarakat warga Pulau Rempang ditangkap saat menggelar aksi unjuk rasa di gedung BP Batam.

UAS mengimbau kepada pengacara keturunan suku Melayu segera berangkat ke Pulau Rempang untuk membebaskan masyarakat Melayu pulau Rempang.

UAS mengatakan, para pendemo tersebut selayaknya untuk dilepaskan karena pendemo yang menolak relokasi, bukan seorang koruptor.

"Mereka juga buka bandar narkoba, bukan penjahat kenapa harus ditangkap," ujar UAS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: