Suhu Panas Merata di Sumsel, Tertinggi Bisa Capai 35 Derajat Celsius, Musim Kemarau Hingga Oktober 2023

Suhu Panas Merata di Sumsel, Tertinggi Bisa Capai 35 Derajat Celsius, Musim Kemarau Hingga Oktober 2023

Warga menggunakan payung berteduh dari cuaca panas di siang hari. foto: evan zumarli/sumeks.co.--

SUMEKS.CO, PALEMBANG - Musim kemarau yang terjadi saat ini diperkirakan masih berlangsung hingga Oktober 2023 mendatang.

Saat ini suhu tertinggi di bulan Agustus bisa sampai 35 derajat celsius

Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Sumsel, Nandang Pangaribowo menyampaikan suhu saat ini terbilang merata untuk semua wilayah Sumsel.

BACA JUGA:Hujan Turun saat El Nino 2023 mulai Signifikan, BMKG: Fenomena Harian bisa Picu Cuaca Ekstrem

“Suhu maksimum bulan Agustus ini tercatat 33-35° celcius,” sampainya saat dikonfirmasi, Senin, 21 Agustus 2023.

Tapi memang beberapa hari belakangan khususnya di Kota Palembang masih ada hujan, sebab walaupun kemarau beberapa wilayah di Sumsel tetap ada hujan.

Diketahui,  data Badan Metrologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sumsel saat ini Sumsel sedang menjalani fase puncak kemarau dengan kekeringan yang makin meluas.

BACA JUGA:BMKG: Kayuagung, Lahat dan Lubuklinggau Berpotensi Hujan Hari Ini, Prakiraan Cuaca Senin 3 Juli 2023

Ada wilayah di Sumsel yang paling lama tidak ada hujan selama kemarau ini atau hari tanpa hujan (HTH). Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan,

Wandayantolis mengatakan HTH terpanjang telah terjadi pada sebagian kecil Kabupaten OKI yang mencapai 21-30 hari.

Kategori menengah 11-20 hari terjadi pada sebagian OKI, sebagian OI, sebagian Lahat, sebagian kecil OKU Timur, OKU, OKU Selatan, Pagaralam, Muara Enim, PALI, Banyuasin, dan Musi Banyuasin. 

BACA JUGA:Prakiraan Cuaca Hari Ini Kamis 29 Juni 2023, BMKG: Palembang, Indralaya, dan PALI Berpotensi Hujan

Mengenai kabut di pagi hari, Nandang melanjutkan berdasarkan data observasi visibility/jarak pandang masih kondisi normal di atas 5 km.

Penurunan jarak pandang di pagi hari lebih dikarenakan adanya peningkatan partikel debu bercampur partikel hidro meteorologi yang turun kelapisan permukaan dan terus meningkat pada saat musim kemarau berlangsung.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: bacakoran.co