Pemerintah Kabupaten Lahat Menggelar FGD Menjelang Pemilu 2024

Pemerintah Kabupaten Lahat Menggelar FGD Menjelang Pemilu 2024

Sambutan dan pengarahan Wakil Bupati Lahat, H Haryanto SE MM Focus Group Discussion (FGD) menjelang Pemilu 2024.--

LAHAT, SUMEKS.CO - Dalam rangka menjalin silaturahmi sekaligus melaksanakan tugas pemerintahan dan kemasyarakatan agar senantiasa menjaga kondisi yang kondusif di Kabupaten Lahat, maka Pemerintah Kabupaten Lahat menggelar Focus Group Discussion (FGD) menjelang Pemilu 2024.

Acara ini dibuka secara langsung Wakil Bupati Lahat, H Haryanto SE MM.

FGD Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Lahat dengan Forum Kerukunan Antar Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Lahat tahun 2023, Rabu 7 Juni 2023.

Acara yang dipusatkan di Gedung Kesenian Lahat tersebut mengusung tema "Umat Rukun, Pemilu dan Pilkada 2024 Damai". 

BACA JUGA:KAI Divre III Palembang Geber Promo Satset, Ada Diskon Gede Harga Tiket hingga Rp 78 Ribu di HUT ke-78 RI

FGD dihadiri oleh Unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Lahat, seluruh Asisten, Kepala SKPD se-Kabupaten Lahat, Kepala Kantor Kanmenag, Forkopimcam, Ketua MUI, FKUB, NU, FKAG, FPK, Muhammadiyah, FKDM, dan pemuka masyarakat dan peserta FGD. 

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Lahat H Haryanto SE MM menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah untuk mempererat tali silaturahmi, dan sekaligus melaksanakan tugas Pemerintahan dan Kemasyarakatan agar senantiasa menjaga kondisi yang kondusif di Kabupaten Lahat.

Terlebih sebentar lagi kita akan melaksanakan Pemilu dan Pilkada Tahun 2024.

Sehubungan dengan pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) ini, marilah jaga situasi kerukunan antar umat beragama di Kabupaten Lahat tetap kondusif terutama pada saat sebelum pelaksanaan, saat pelaksanaan dan pasca pelaksanaan Pemilu dan Pilkada 2024.

BACA JUGA:Gua Misterius Muncul di Sungai Eufrat yang Mengering, Benarkah Tembok Yakjuj Makjuj?

Haryanto jugo menuturkan, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) diharapkan memegang peranan penting dalam melakukan Pendidikan Politik Masyarakat dan menyampaikan pesan kedamaian antar umat beragama terutama ditengah gejolak politisasi suku, agama, ras dan antargolongan (SARA). 

"Untuk itu, kehadiran literasi damai dan menyejukkan sangat dibutuhkan sebagai bentuk upaya strategis agar para tokoh agama dapat mendukung Pemilu dan Pilkada yang terbesar dari politisasi isu SARA. Dengan begitu dapat tercipta Pemilu yang aman dan berkualitas," tutup Wabup.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: