Ramalan Sabdo Palon Pasca 500 Tahun Majapahit Runtuh: Nusantara Akan Terguncang Jatuh Pada Titik Terendah

Ramalan Sabdo Palon Pasca 500 Tahun Majapahit Runtuh: Nusantara Akan Terguncang Jatuh Pada Titik Terendah

Ramalan Sabdo Palon Setelah 500 Tahun Keruntuhan Majapahit, Pesan Terakhir Prabu Brawijaya V yang Terlupakan.--

Ramalan Sabdo Palon Pasca 500 Tahun Majapahit Runtuh: Nusantara Akan Terguncang Jatuh Pada Titik Terendah

SUMEKS.CO - Prabu Brawijaya V memilih menyerahkan kekuasaan kepada Raden Patah, setelah putranya itu melakukan pemberontakan. Keputusan itu diambil dengan pertimbangan banyak hal. 

Meski Prabu Brawijaya harus merelahkan dirinya sebagai raja terakhir dari Kerajaan Majapahit. Keputusan itu diambilnya, atas pertimbangan dan penjelasan dari Sabdo Palon dan Noyo Genggong. 

Seperti dilansir dari kanal YouTube @Kitab Mawas Diri, sebelum memutus mengakui kemenangan Raden Patah, Sang Prabu masih sangat bimbang. 

BACA JUGA:Siap-siap Bakal Ada Agama Baru di Indonesia, Berikut 7 Ciri Agama Baru Berdasarkan Ramalan Nostradamus

Ia selalu berkomunikasi kepada Sunan Kalijaga. Sang Prabu mempertanyakan jaminan kebebasan beragama kepada Sunan Kalijaga

Apakah Demak Bintoro bisa memberikan wilayah-wilayah otonom khusus sebagai para penguasa daerah yang mayoritas masyarakatnya tidak beragama Islam. 

Sunan Kalijaga berjanji akan ikut andil menentukan arah kebijakan pemerintahan Demak Bintoro. Prabu Brawijaya V bernafas lega. Sebab ia percaya pada sosok Raja Sahid atau Sunan Kalijaga. 

Sunan Kalijaga menyarankan Sang Prabu yang dalam pelarian menuju Bali bersama pasukannya, kembali saja ke Trowulan. Sehingga masyarakat mengetahui situasi politik baik saja. 

BACA JUGA:Ramalan Indigo Artis Inisial R Tersandung Prostitusi, B Kena LGBT, R Menikah Pengusaha Kaya, Siapa Mereka?

Sang Prabu pun sempat galau. Bahkan, ia merasa keberadaannya di ibukota Majapahit tidak akan merubah situasi, pasca penggilingannya sebagai Raja Majapahit. 

Sunan Kalijaga resah bila Sang Prabu tetap melanjutkan pelarian ke Bali. Sunan Kalijaga memberikan gambaran betapa mengerikannya jika para pendukung Sang Prabu benar-benar siap melakukan gerakan besar. 

Diam-diam Prabu Brawijaya berpikir, hatinya terketuk kata-kata Sunan Kalijaga memang ada benarnya. Ketika malam menjelang sang prabu memanggil Sabdo Palon dan Noyo Genggong. Ketiganya membahas langkah selanjutnya. 

Malam menjelang puncak Sabdo Palon dan Noyo Genggong berterus terang jati diri yang sebenarnya. Sabdo Palon dan Noyo Genggong menampakkan wujudnya yang asli kepada Prabu Brawijaya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: