Gusdur Pernah Ungkap Fakta Ada Trafficking atas Nama NII di Ponpes Al Zaytun

Gusdur Pernah Ungkap Fakta Ada Trafficking atas Nama NII di Ponpes Al Zaytun

Fakta tentang Pondok Pesantren Al-Zaytun Indramayu, pernah diungkap oleh mantan Presiden Republik Indonesia, Almarhum KH Abdurrahman Wahid atau Gusdur. --

Gusdur Pernah Ungkap Fakta Ada Trafficking atas Nama NII di Ponpes Al Zaytun

SUMEKS.CO - Fakta demi fakta tentang Pondok Pesantren Al Zaytun Indramayu, pernah diungkap oleh mantan Presiden Republik Indonesia, Almarhum KH Abdurrahman Wahid atau Gusdur. 

Menurut Gusdur, pesantren pimpinan Abdussalam Rasyidi Panji Gumilang atau yang biasa disapa Panji Gumilang ini, terdapat trafficking atau perdagangan manusia yang berkedok Negara Islam Indonesia (NII).

"Inikan trafficking atas nama NII. Apa itu gak jahat? Apapun alasannya untuk perjuangan, kondisi darurat," ungkapnya dikutip dari berbagai sumber saat melakukan wawancara dengan tim repoter NII Crisis Center (NCC).

BACA JUGA:Kini Jadi Kontroversi, Gusdur Ternyata Pernah Prediksi Al-Zaytun: Tak Ada Manfaatnya Untuk Bangsa

Yang dimaksud trafficking berkedok NII oleh Gusdur sangat beralasan. Pasalnya, di Ponpes Al Zaytun Indramayu orang-orang disuruh bekerja secara rodi layaknya Romusha, yang diterapkan oleh militer Jepang. 

"Kalian bisa lihat sendiri itu di Zaytun, orang dibuat kerja rodi kaya Romusha. Tenaganya diperas, istri dan anaknya dipisahkan. Gak digaji sepantasnya, jangankan berharap UMR dan ada Jamsostek. Itu bisa-bisa tipu mereka aja," paparnya. 

Lalu, Gusdur pun membandingkan Panji Gumilang dengan sosok PKI, Hitler, dan Zionis Yahudi. Gusdur menilai, sosok Panji Gumilang sangat jahat, karena tidak menyayangi dan membela anak buahnya sama sekali. 

"PKI, Hitler, dan Zionis Yahudi sekalipun yang dibilang masyarakat itu jahat, mereka sangat sayang dan membela anak buahnya. Apa Imam Kartosuwiryo rela jamaahnya diperas begitu?! saya yakin ia marah dan terluka," jelasnya. 

BACA JUGA:Beredar Video Lempar Jumrah Pakai Amplop di Al Zaytun, Ken Setiawan: Sekejap Bisa Hasilkan Puluhan Miliar

Lalu, saat disinggung mengenai usaha Gusdur terhadap Ponpes Al Zaytun Indramayu, Gusdur menegaskan, apakah dirinya harus berkoar-koar berteriak untuk menghancurkan Ponpes Al Zaytun Indramayu. 

"Anda gak tahu! Apa saya harus teriak-teriak hancurkan Zaytun, fatwakan NII SESAT!. Dulu yang kasih anak-anak itu temuan MUI, saya diberi tahu Kyai Sahal Mahfudz," terangnya. 

"Yah dibongkarlah sama anak-anak itu. Saya yang perintahkan Chaidar dan kawan-kawan untuk maju gugat," katanya lagi. 

Gusdur mengaku, dirinya memang diminta oleh para Kyai untuk bicara soal  Ponpes Al Zaytun Indramayu. Namun, pada saat itu Gusdur mengatakan, tunggu saja tanggal mainnya, dimana Gusdur akan melakukan tindakan.

BACA JUGA:Parah Banget! Panji Gumilang Pelihara Pasukan Anjing Herder di Ponpes Al Zaytun, Warganet Makin Geram 

"Saya bilang nanti tunggu saja tanggal mainnya, Abu Toto itu tahu kok kalo ia sekarang tinggal menghitung hari," lanjutnya lagi.

Lantas, ketika ditanya tentang prediksinya tentang Ponpes Al Zaytun Indramayu, Gusdur mengaku, bahwa dirinya mempunyai muslim di RepublikaN. Lalu, Gusdur pun bercerita banyak tentang ramai-ramai umat NII KW9 berduyun-duyun jadi Tim Sukses di RepublikaN.

"Abu Toto itu lagi panen duit. Habis dapat dari Wiranto, balik kanan ke JK. Sekarang ke RepublikaN. Umatnya itu kaya sapi yang tercocok hidungnya, kaya bebek ngekor Mas’ulnya," tutupnya. 

Sebelumnya, Gusdur juga pernah memprediksi tentang masa depan Ponpes Al Zaytun Indramayu. Prediksi ini dilakukannya jauh sebelum Ponpes Al Zaytun Indramayu terkenal, dan mengundang kontroversi seperti yang terjadi sekarang ini. 

BACA JUGA:Ribuan Massa ASRI Bakal Gelar Aksi Demo Ponpes Al Zaytun Indramayu, Kapolres Tegaskan Hal Ini

Dikutip dari hasil wawancara yang dilakukan Gusdur dengan tim repoter NII Crisis Center (NCC), Gusdur mengungkapkan, bahwa Ponpes Al Zaytun Indramayu ini sebenarnya milik mantan Presiden RI, Soeharto. 

"Itu punya Pak Harto," ujarnya. 

Menurut Gusdur, Soeharto pada zaman dulu mempunyai obsesi At-tien dan Al Zaytun. Soeharto juga sangat paham dengan apa yang dilakukan Abdusaalam Rasyidi Panji Gumilang, pimpinan Ponpes Al Zaytun Indramayu.

"Pak Harto tahu semua yang dikerjakan si Panji Gumilang. Wong Abu Toto itu binaan ‘anak emasnya’ Ali Moertopo," sebutnya.

BACA JUGA:CEK FAKTA! Selain Ruang Senjata, Ponpes Al Zaytun Indramayu Punya Ruangan Diskotik Khusus Santri 

Gusdur juga mengungkapkan, bahwa Ponpes Al Zaytun Indramayu tersebut sebenarnya merupakan proyek mercusuar. Kendati demikian, keberadaan Ponpes Al Zaytun Indramayu ini sebenarnya tidak ada manfaatnya sama sekali terhadap bangsa Indonesia. 

"Itu proyek mercusuar yang gak ada manfaatnya untuk bangsa," lanjutnya. 

Gusdur juga menyampaikan, bahwa Soeharto memiliki mimpi yang sangat besar terhadap Indonesia. Hanya saja, mimpi besarnya tersebut hingga saat ini tidak kesampaian. 

"Pak Harto itu punya mimpi, tapi gak kesampaean. Ia yang memerintahkan Sa’adilah Mursyid mengirim sapi tapos ke Zaytun ditahun 1999," paparnya. 

BACA JUGA:Eks Wabup Indramayu Tidak Percaya Al Zaytun Punya Aset Triliunan dari Jual Beli Padi

Fakta mengejutkan juga terungkap dari Gusdur, dimana sebelum reformasi, Kopassus menjaga ketat Ponpes Al Zaytun Indramayu, yang terletak di Haur Geulis, Indramayu, Jawa Barat.

Pada saat Ponpes Al Zaytun Indramayu berusia 10 tahun, Gusdur mengungkap, bahwa lulusan Ponpes Al Zaytun Indramayu tidak bisa apa-apa. 

"Saya dengar santrinya gak bisa apa-apa, apalagi lulusannya gak jelas. Masyarakat disana resah dan menganggap Zaytun gak membawa manfaat apa-apa," paparnya. 

Kemudian, terkait lahan yang dimiliki oleh Ponpes Al Zaytun Indramayu, Gusdur menjelaskan, itu merupakan hasil rampasan Ponpes Al Zaytun Indramayu terhadap warga. 

BACA JUGA:Sabang Sampai Merauke Ditantang Bang Jago Ini, Jangan Usik Al Zaytun, Netizen Sebut Anak TK Aja Tidak Takut

"Tanah mereka dirampas dan dibayar seenaknya. Zaytun itu hanya membangun propaganda kebaikan dan kesuksesannya sendiri. Yang begini gak akan lama, saya pikir tahun ini akan jadi tahun terakhir buat Zaytun," tegasnya. 

"Rakyat kita cerdas-cerdas kok, sudah gak bisa lagi dibohongi Abu Toto. Kalo ada yang masih bisa dibohongi, jumlahnya makin sedikit kok. Orang sudah makin faham Zaytun itu Bull shit. Buktikan saja omongan saya, mahasiswa-mahasiswa itu akan balas dendam," tutupnya. *

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: