Netizen Medsos Sebut Adiknya Lulus Unsri Tapi Nama Hilang, Panitia: Tidak Benar, Bakal Laporkan ke Polisi

Netizen Medsos Sebut Adiknya Lulus Unsri Tapi Nama Hilang, Panitia: Tidak Benar, Bakal Laporkan ke Polisi

Kampus Unsri di Indralaya Ogan Ilir. Foto: dokumen/sumeks.co--

Netizen Sebut Adiknya Lulus Unsri Tapi Dibatalkan di Medsos, Panitia: Tidak BenarBakal Laporkan ke Polisi

PALEMBANG, SUMEKS.CO – Seorang netizen di media sosial (medsos) mengaku adiknya sudah lulus dalam Ujian Saring Masuk Bersama (USMB) atau ujian mandiri Universitas Sriwijaya (Unsri).

Saat pengumuman pada 14 Juli 2023 sang adik lulus Prodi DIII Manajemen Informatika Unsri, namun, keesokan harinya saat hendak pendaftaran ulang, namanya hilang dari daftar lulus.

Merasa kesal, kemudian netizen itu speak up ke Instagram @palembangkulukilir.

“Adek aku nih lulus masuk Unsri Bukit di cek namonya masih ado, pas hari nih daftar ulang tiba-tiba namonyo ilang di website, jdi idak lulus katonyo,” tulis akun tersebut yang dikutip dari sumateraekspres.bacakoran.co, Sabtu 15 Juli 2023.

BACA JUGA:Visi Prof DR Al Fitri MSi Dilirik! Bisa Membawa Unsri Lebih Terdepan dan Berpengaruh Secara Global

Terkait hal tersebut, panitia USMB Unsri langsung memberikan klarifikasi dan membantah hal tersebut.

Dikonfirmasi, Ketua panitia pusat 171 SNMPMB jalur USMB Unsri sekaligus Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof Ir Zainuddin Nawawi, PhD. IPU mengatakan, bahwa yang bersangkutan sudah datang ke sekretariat penerimaan mahasiswa baru.

“Yang bersangkutan bukan dak lulus tapi lulus di pilihan kedua. Dan dia memaksa minta lulus di pilihan pertama tula,” terang Prof Zainuddin.

Menurut Zainuddin, pilihan pertama DIII Manajemen Informatika dan tidak lulus, lalu dia lulus pada pilihan kedua yaitu Kesekretariatan.

BACA JUGA:28 Juli-4 Agustus 2023, 3 Calon Rektor Unsri Bersaing Gantikan Anis Saggaff

Menanggapi postingan di media sosial, Zainuddin menegaskan itu tidak benar dan memutarbalikkan fakta.

Untuk itu, pihaknya meminta yang bersangkutan untuk mengklarifikasi sebelum menjadi masalah hukum.

“Kalau terus ngomong tidak sesuai fakta maka akan kita proses secara hukum, membuat berita tidak benar.” 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: