PMI Sumsel di Malaysia Didominasi Perempuan

PMI Sumsel di Malaysia Didominasi Perempuan

Ilustrasi. --

PALEMBANG, SUMEKS.CO - Tenaga Kerja Indonesia atau Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Sumatera Selatan (Sumsel), sepanjang tahun 2022 didominasi perempuan dengan tujuan Negeri Jiran Malaysia.

Berdasarkan data dari Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Provinsi Sumsel, sepanjang tahun 2022 PMI Sumsel mencapai 430 orang dan masing-masing berada di sembilan negara.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha BP3MI Sumsel Angga Atmajaya mengatakan, pelaksanaan orientasi pra pemberangkatan (OPP) sepanjang tahun 2022 dilakukan sebanyak 82 kali per kelas.

"Jumlah ini dibandingkan tahun sebelumnya ada peningkatan," ungkapnya saat dikonfirmasi, Sabtu, 18 Maret 2023.

Dijelaskan Angga, dari sembilan negara yang menjadi tujuan PMI asal Sumsel yakni, Malaysia, Singapura, Hongkong, Jepang, Qatar, Kuwait, Turki, Arab Saudi, dan Solomon.

BACA JUGA:TKI Dianaiaya, Dubes RI untuk Malaysia Berang

"Untuk PMI Sumsel kebanyakan didominasi perempuan," bebernya.

Angga menjelaskan, PMI asal Sumsel ini bekerja diberbagai lini sektor. Mulai dari industri, rumah tangga, jasa, dan lainnya. Rata-rata, PMI asal Sumsel melakukan tujuan ke Negara Malaysia. 

"Kebanyakan bekerja di sektor perindustrian, dan juga menjadi operator pabrik elektronik di Malaysia.," jelas Angga.

Dari masing-masing total PMI asal Sumsel yang berangkat ke sembilan negara itu yakni, 350 orang ke Negara Malaysia dengan rincian 65 laki-laki dan 285 perempuan.

Lalu, Singapura sebanyak 3 orang perempuan, Qatar 10 orang, Jepang berjumlah 57 orang, Kuwait berjumlah dua orang, Turki satu orang, Arab Saudi lima orang dan Negara Solomon satu orang.

BACA JUGA:60 TKI Disekap di Kamboja, Polisi Langsung Bergerak, Nasibnya?

Angga menambahkan, pada periode Januari hingga Maret 2023, jumlah PMI asal Sumsel sudah tersalurkan sebanyak 300 orang ke berbagai negara lainnya. Untuk tahun ini, diperkirakan akan lebih meningkat dibandingkan tahun 2022.

"Kemungkinan besar lebih banyak dari tahun 2022. Karena awal tahun saja sudah mencapai 300 orang," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: