Catat, ini Anggaran Pembangunan Plaza 16 Ilir Palembang

Catat, ini Anggaran Pembangunan Plaza 16 Ilir Palembang

Plaza 16 Ilir Palembang. Foto: m Naba anwar sumeks.co--

PALEMBANG, SUMEKS.CO - Plaza 16 Ilir PALEMBANG seluas 64,53 x 14,50 meter sebagai tempat destinasi wisata baru menghabiskan sekitar Rp7,5 miliar.

"Pembangunan kurang lebih Rp7,5 miliar menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dari Kementerian Perhubungan," kata Kepala Balai Pengembangan Transportasi Darat (BPTD) Wilayah VII Sumatera Selatan dan Bangka Belitung, Muhammad Fahmi saat dihubungi SUMEKS.CO, Sabtu 21 Januari 2023.

Fahmi menjelaskan, dengan anggaran tersebut, Plaza 16 Ilir Palembang tidak hanya berfungsi sebagai destinasi wisata saja.

"Sepanjang pelataran 16 Ilir sampai ke ujung kelenteng itu dirapikan kawasannya. Namun selain menjadi destinasi wisata, kita juga sterilkan kawasan tersebut termasuk dermaga. Pada kawasan itu ada yang bertugas untuk menangani keselamatan dan keamanan," jelasnya.

BACA JUGA:BPTD Sulap Plaza 16 Ilir Palembang, Berlanjut ke Kawasan 7 Ulu

Lanjut Fahmi, sterilisasi kawasan pelataran 16 Ilir tersebut bertujuan agar tidak mencampur antara pengunjung yang akan menggunakan kapal, dengan masyarakat yang ingin berdagang.

"Jadi ada pemisahan tersendiri. Kalau untuk Plaza 16 Ilir sebagai ikoniknya, kita juga dorong untuk membuat sistem transportasi sungai perkotaan," ucapnya.

Kendati demikian, Fahmi menyebutkan Plaza 16 Ilir Palembang juga bertujuan sebagai meningkatkan minat masyarakat untuk naik Light Rail Transit (LRT). 

"Karena ketika masyarakat naik LRT dapat turun di Stasiun Ampera dan menikmati kawasan Plaza 16 Ilir itu. Sebetulnya mendukung juga upaya dalam meningkatkan jumlah penumpang LRT," ungkapnya.

BACA JUGA:Perlu Tahu! 10 Fakta Pasar 16 Ilir Palembang, Nomor 9 Patut Diperhatikan

Selain itu Fahmi menambahkan, untuk menjaga sterilisasi keamanan, kenyamanan, dan keselamatan penumpang yang ingin menggunakan jasa transportasi sungai.

"Maka dibuat kawasan strerilisasi di Pelataran 16 Ilir itu, kalau diatasnya untuk masyarakat yang ingin menikmati kuliner atau berdagang. Kalau selama ini kan bercampur, Pedagang sampai ke bawah dan yang mana penumpang tidak tahu. Kita mendorong upaya ini agar steril," tukasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: