Harga Turun, Penjualan Pertamax Diharapkan Membaik

Harga Turun, Penjualan Pertamax Diharapkan Membaik

BBM : Tampak pengendara mengisi BBM jenis Pertamax di Pertashop 2P.314287.--

MUARA ENIM, SUMEKS.CO - Pemerintah melalui kementrian ESDM turunkan harga BBM non subsidi seperti jenis Pertamax, Pertamax Turbo dan Dexlite. Turunnya harga BBM tersebut dinilai akan menaikkan penjualan khususnya Pertamax

Pengelola SPBU 24.313.43 Talang Jawa Muara Enim, Prasetyo mengatakan bahwa pihaknya sudah diberitahu pihak pertamina bahwa akan adanya penurunan harga BBM non subsidi.

“Pertamax dari Rp14.200 menjadi Rp13.050, Pertamax Turbo Rp15.500 menjadi Rp14.350 dan Dexlite Rp18.650 menjadi Rp16.500,” ujarnya. 

Untuk SPBU Talang Jawa, kata dia,  kebetulan untuk tiga jenis BBM tersebut kondisinya kosong sebelum adanya pengumuman adanya penurunan harga.

BACA JUGA:PPKM Dicabut, Prokes di Muara Enim Tetap Diberlakukan

“Kebetulan kosong, dan masih fokus menjual Pertalite, karena selama nataru fokus untuk menjamin ketersediaan BBM. Jadi sementara ini masih fokus di Pertalite, setelah ini untuk tiga jenis BBM tersebut akan ada di SPBU ini,” ungkapnya. 

Menurutnya, dengan adanya penurunan harga BBM khususnya jenis Pertamax akan menguntungkan pihak SPBU maupun Pertashop yang menjual Pertamax.

“Kalau harganya segitu, hampir sama dengan bensin eceran jenis Pertalite, masyarakat akan berfikir lebih baik mengisi Pertamax dengan kualitas BBM yang lebih baik dengan harga yang selisi sedikit,” tuturnya. 

Lanjutnya, untuk BBM jenis Pertamax perhari mampu menjual setidaknya 2 ton perhari dengan adanya penurunan harapannya penjualan semakin meningkat.

BACA JUGA:Ini Penampakan Toyota Fortuner 2023, Desain Baru Lebih Gagah dan Elegan

“Lalu untuk Dexlite perhari rata rata 500-  800 liter perhari dan Pertamax Turbo 300 liter perhari. Untuk dua jenis ini penjualannya kemungkinan akan sama,” terangnya. 

Sementara itu, Pimpinan Shift Pertashop 2P.314287, Dendi mengatakan bahwa pihaknya belum mengetahui adanya pengumuman penurunan harga bbm jenis Pertamax.

“Belum tahu, kebetulan kami baru isi 3 ton dan rata-rata habis dalam tiga hari. Kalau harganya turun kami belum tahu bagaimana mekanismenya bagaimana karena baru beroperasi dua bulan,” bebernya. 

Menurutnya, penurunan harga diyakini bisa meningkatkan penjualan mengungat selisih harga yang tidak terlalu jauh dengan Pertalite apalagi Pertalite eceran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: