Pempek, Makanan Asli Palembang Bukan dari Cina

Pempek, Makanan Asli Palembang Bukan dari Cina

Pempek Kapal Selam, masakan khas Palembang. --dok : sumeks.co

PALEMBANG, SUMEKS.CO - Terjadi kekeliruan di masyarakat mengenai asal usul Pempek. Hal ini disebabkan karena sumber dari referensi yang keliru, terutama yang ditulis di awal artikel di Wikipedia.

Kekeliruan ini dimulai dari buku kumpulan Cerita Rakyat dari Palembang (Sumsel) “ASAL MULA PEMPEK” yang ditulis oleh Purhendi Bintang dan Koko P Bhairawa (PT Gramedia Widiasarana Indonesia, Jakarta, 2009) yang isinya sama persis dengan apa yang ditulis oleh Wikipedia yang mengatakan kalau pempek berasal dari Cina.

Olahan ikan yang satu ini menjadi salah satu makanan favorit dari Indonesia. Pempek adalah hidangan khas yang paling terkenal dari Palembang.

Tak heran pempek ada di berbagai kota di Indonesia dan dijual dengan harga yang beragam. Asal usul pempek sendiri ternyata menarik untuk disimak.      

BACA JUGA:Ini Tempat Makan Pempek Paling Populer di Palembang

Budayawan Sumsel yang juga anggota Tim Kajian (ad-hoc) Pempek untuk Warisan Dunia Tak Benda UNESCO, Vebri Alintani mengatakan, kalau dulu pempek disebut Kelesan. 

Kelesan adalah panganan adat di dalam Rumah Limas yang mengandung sifat dan kegunaan tertentu. 

Dinamakan kelesan juga karena makanan ini dikeles atau tahan disimpan lama.

Menurut Vebri di masa Kerajaan Sriwijaya telah ada panganan percampuran ikan dan sagu sebagai bekal pasukan Sriwijaya berperang.

BACA JUGA:Cara Membuat Lakso Khas Palembang, Ternyata Sangat Mudah

Pada abad ke-16, menurutnya dalam cerita ada orang Cina menjual pempek bersepeda, menurutnya  bersepeda itu hal yang tidak mungkin. Selain belum ada sepeda, waktu itu Palembang belum ada jalan daratan. 

Kemanapun berjalan, orang di Palembang menggunakan transportasi air seperti perahu dan kapal. Apalagi dimana-mana  orang Palembang semula menyebut Pempek adalah kelesan. Kelesan kerupuk, kelesan lenjer, kelesan kapal selem dan lain-lain.

“Asal usul kata pempek dimungkinkan penjualnya apek-apek tetapi tentu tidak abad 16. Ingat, pempek bukan empek empek. Jika ada yang menyebutnya empek-empek dimungkinkan orang dari luar Palembang,” kata Vebri. 

Malahan pempek yang dikreasikan (model baru) disebut model, namun ada juga tekwan, laksan dan celimpungan sebagai panganan turunan Pempek.

Sumber: