Profil Unsri, Universitas dengan Kampus Terluas di Asia Tenggara

Profil Unsri, Universitas dengan Kampus Terluas di Asia Tenggara

Kampus Universitas Sriwijaya, Inderalaya, Ogan Ilir. --dok : sumeks.co

PALEMBANG, SUMEKS.CO - Universitas Sriwijaya (Unsri) adalah suatu perguruan tinggi negeri di Sumatera Selatan yang terletak di Jl Raya Palembang – Prabumulih, Km 32 Indralaya, Ogan Ilir, Sumatera Selatan. 

Unsri memiliki 10 fakultas, yang siap menampung ribuan lulusan sekolah menengah atas dari berbagai provinsi di Indonesia. 

Unsri menjadi universitas dengan kampus terluas di Asia Tenggara ini memiliki dua kampus yaitu di Indralaya, Ogan Ilir dan Bukit Besar, Kota Palembang. 

Kampus Unsri Indralaya menempati lahas seluas 712 hektar. Pembangunan kampus ini dimulai pada tahun 1983 dengan bantuan dana Asian Development Bank (ADB). 

Namun secara fisik baru dimulai pada tahun 1989 dan selesai pada 31 Desember 1993.

Gubernur Sumatera Selatan H Ramli Hasan Basri memberikan kuliah perdana menandai awal kegiatan akademik di kampus baru Inderalaya ini pada 1 September 1993. 

Pemanfaatan sepenuhnya fasilitas di Kampus Inderalaya dilaksanakan dengan Keputusan Rektor pada Januari 1995 dimana ditetapkan bahwa terhitung sejak 1 Februari 1995 semua kegiatan administrasi dan sebagian besar kegiatan akademik diselenggarakan di Kampus Inderalaya. 

Peresmian Kampus Unsri Indralaya yang sesungguhnya baru dilaksanakan pada 6 Maret 1997 oleh Presiden Soeharto.

Kampus universitas yang dipimpin Prof Dr Ir H Anis Saggaff, MSCE, IPU, ASEAN.Eng ini sangat luas dan rindang. Tidak salah jika mahasiswanya senang berlama-lama di kampus. 

Fakultas yang ada, meliputi Fakultas Hukum, Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik, Fakultas Ekonomi, Fakultas Ilmu Komputer, Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan, Fakultas Pertanian, Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Teknik, Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kesehatan Masyarakat.

Bagi yang ingin kuliah di Unsri, ada tiga jalur untuk masuk perguruan tinggi dengan akreditasi A ini.

Meliputi SNMPTN yang berdasarkan prestasi dan SBMPTN yang berdasarkan ujian saringan perguruan tinggi negeri secara nasional. 

Jika gagal pada dua jalur seleksi tadi, calon mahasiswa baru masih bisa menggunakan jalur mandiri. Atau seleksi yang dilaksanakan secara mandiri oleh perguruan tinggi negeri tersebut.

 

Sumber: