Piala Dunia 2022: Gol Enner Valencia Dianulir, Ekuador Unggul 2-0 Babak Pertama Melawan Qatar

Piala Dunia 2022: Gol Enner Valencia Dianulir, Ekuador Unggul 2-0 Babak Pertama Melawan Qatar

Selebrasi pertama Piala Dunia 2022 usai pemain Ekuador menjebol gawang Qatar.-Foto: Twitter.com/@FIFAWorldCup-

SUMEKS.CO - Usia Opening Ceremony pertanda dimulainya Piala Dunia 2022. Minggu 20 November 2022 malam.

Pertemuan Qatar vs Ekuador menjadi laga pembuka ajang yang digelar 4 tahun sekali ini. Namun, pada pertandingan menuai kontroversi saat pertandingan baru berjalan dua menit.

Tepatnya saat wasit menganulir gol Ekuador yang dicetak oleh Enner Valencia. Wasit menilai gol itu tidak sah karena offside.

Gol itu tercipta saat Enner Valencia sukses menanduk bola tendangan rekan setimnya.

BACA JUGA:Lantunan Surat Al-Hujurat Ayat 13 Oleh Ghanim Al Muftah Buka Piala Dunia 2022

Enner Valencia dan pemain Ekuador yang lainnya langsung selebrasi merayakan gol tersebut. Kemudian, wasit menganulir gol tersebut.

Wasit asal Italia, Daniele Orsato menganulir gol tersebut usai melihat Video Assistant Referee (VAR).

Padahal, dalam situasi gol tersebut terjadi, tidak ada posisi pemain Ekuador yang offside. Yang terjadi adalah kiper Qatar tidak mampu menguasai bola tendangan salto pemain Ekuador yang kemudian langsung ditanduk oleh Enner Valencia.

Gol tersebut seharusnya menjadi gol pertama yang terjadi di Piala Dunia 2022 ini. Namun, keputusan wasit telah menyatakan bahwa tidak ada gol.

BACA JUGA:Lagu-Lagu yang Membersamai Sepanjang Sejarah Piala Dunia FIFA

Meski demikian, Ekuador tidak menyerah karena kemudian mereka berhasil kembali mencetak gol, kali ini lewat penalti yang diciptakan Enner Valencia pada menit ke-16.

Wasit memberikan penalti setelah Enner Valencia dijatuhkan di kotak penalti. Gol tersebut sekaligus sebagai gol pertama di Piala Dunia ini.

Kemuadian pada menit 32 Valencia mencetak gol keduanya. Kali ini Valencia mampu menyelesaikan umpan silang Angelo Preciado dengan sundulannya.

Qatar tidak bisa berbuat banyak di paruh pertama. Mereka kesulitan untuk mengembangkan permainan. Pola permainan dengan umpan-umpah jauh yang diterapkan Qatar banyak menjadi sia-sia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: