Jembatan Gantung di Lahat Putus, Warga di 2 Desa Terpaksa Seberangi Sungai ke Kebun

Jembatan Gantung di Lahat Putus, Warga di 2 Desa Terpaksa Seberangi Sungai ke Kebun

Kondisi jembatan gantung di Sungai Air Beringin yang terputus.-Foto: dok/sumeks.co-

LAHAT, SUMEKS.CO - Warga di Desa Pajar Bulan dan Pulau Panggung kini sedang menghadapi permasalahan serius. Kondisi ini menyusul satu-satunya akses jalan menuju kawasan perkebunan di daerah tersebut, terputus. Jembatan gantung sepanjang 90 meter dengan lebar 120 sentimeter yang menghubungkan Desa Pajar Bulan dan Pulau Panggung putus, Selasa 15 November 2022 sekitar pukul 08.00 WIB.

Akibatnya para petani yang ingin menuju ke kebun terpaksa menyeberangi aliran Sungai Air Beringin yang cukup deras dan berbahaya.

"Putusnya jembatan itu karena dugaan usianya yang sudah cukup tua yaitu sekitar 15 tahun," jelas Pj Kades Pulau Panggung, A Kamil, Selasa 15 November 2022.

Kamil mengatakan, jembatan tersebut berada di atas aliran Sungai Air Beringin. Jembatan itupula merupakan akses utama para petani menuju ke kebun.

BACA JUGA:Tower Jembatan Ampera Dipasang Lift Langgar UU Cagar Budaya

"Untuk sementara ini para petani yang hendak pergi ke kebun dengan menyusuri aliran sungai ayek beringin. Karena tidak ada lagi akses lain selain jembatan gantung tersebut," ungkapnya.

Sementara itu, Dika (43) warga Pajar Bulan meminta kepada pemerintah agar secepatnya memperbaiki jembatan tersebut. Bila tidak perekonomian warga dengan aktivitas perkebunannya akan terganggung.

"Jalan ini merupakan satu-satunya akses bagi kami untuk melakukan aktivitas ke kebun. Kalau lama diperbaiki ini akan melemahkan ekonomi bagi kami semua khususnya petani yang memiliki kebun yang melintasi jembatan ini," tuturnya.

Insiden putusnya jembatan gantung ini juga mengakibatkan satu warga Tanjung Sakti, Pumi mengalami cidera luka di bagian pipi kiri. (*)

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: