Menjelang Pilkades Serentak, Polres Muratara Gelar Pengajian Akbar

Menjelang Pilkades Serentak, Polres Muratara Gelar Pengajian Akbar

Polres Muratara menggelar pengajian akbar menjelang Pemilihan Kepala Desa serentak di Kabupaten Muratara, Jumat, 16 September 2022.-Zulkarnain-

MURATARA, SUMEKS.CO - Polres Musi Rawas Utara (Muratara), menggelar pengajian akbar dan doa bersama menjelang Pilkades serentak, Jumat, 16 September 2022. 

Kapolres Muratara AKBP Ferly Rosa Putra mengatakan pengajian diikuti seluruh calon kepala desa yang akan mengikuti pelaksanaan Pilkades serentak. 

“Harapannya dengan menggelar doa bersama, seluruh wilayah Kabupaten Muratara mendapat barokah, terlebih lagi agar lebih aman, kondusif dalam pelaksanaan Pilkades serentak, di 50 desa di Muratara,” kata AKBP Ferly.

Pelaksanaan Pilkades di Muratara harus teraksana dengan damai dan gembira.

BACA JUGA:Bakal Calon Kades di Muratara Tes Kejiwaan, Begini Penjelasan Kadis DPMPD

“Semoga apa yang Kita laksanakan ini, bisa membawa manfaat untuk semua dan Kita sepakat menggelar Pilkades dengan aman dan damai," ujar AKBP Ferly. 

Sementara itu, Wakil Bupati Muratara H Inayatullah mengungkapkan pengajian akbar kali ini merupakan pengajian yang diluar kebiasaan.

“Karena biasanya masyarakat datang ke Polres untuk mengurus permasalahan hukum dan lainnya, namun kali ini masyarakat datang dari 82 desa tujuh kelurahan di Muratara, untuk mendapat pencerahan melalui pengajian akbar,” kata Inayatullah.

Dia berharap di usia Muratara yang ke 9 tahun, masyarakat terus kompak membangun Muratara dengan tenang dan damai. 

BACA JUGA: Anggaran Minim, Panitia Pilkades Serentak Kabupaten Muratara Ngeluh

Menurutnya, tanpa dukungan masyarakat akan sangat sulit membangun Muratara, tapi dengan doa dan restu bersama, pembangunan di Muratara baik segi agama dan fisik sudah jauh berbeda. 

Sementara itu, Gus Muwafiq, dalam tausyiahnya mengajak masyarakat jangan melupakan identitas bangsa. Saat ini banyak penyakit latah, sehingga masyarakat lebih mengidolakan bangsa lain.

"Manusia seluas apapun tetap punya identitas bangsa dan negara, kita jangan lupa. Jangan sampai mengidolakan bangsa lain ketimbang bangsa sendiri," timpalnya.

Dia meminta, seluruh masyarakat agar tetap menjaga persatuan bangsa, jangan sampai membawa cara di negara lain untuk menyelesaikan masalah di bangsa sendiri. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: