SKK Migas-KKKS Fasilitasi Pertemuan Stakeholder Industri Hulu

SKK Migas-KKKS Fasilitasi Pertemuan Stakeholder Industri Hulu

Yon Ming. foto: istimewa--

MENINGKATKAN peran industri penunjang nasional dalam kancah sektor hulu minyak dan gas, SKK Migas dan KKKS kembali memfasilitasi pertemuan pemangku kepentingan (stakeholder) industri hulu migas di area operasi Sumbagsel. 

Pertemuan ini merupakan bagian dari Pra Kegiatan Forum Kapasitas Nasional 2022 yang diselenggarakan di lima kota, yaitu Surabaya, Batam, Sorong, Balikpapan, dan Palembang. 

Masing-masing mewakili area operasi Jawa, Bali, Nusa Tenggara (Jabanusa); Sumatra Bagian Utara (Sumbagut); Papua dan Maluku (Pamalu), Kalimantan dan Sulawesi (Kalsul) dan Sumatra Bagian Selatan (Sumbagsel).0

Salah satu  rangkaian acara Pra Kegiatan Forum Kapasitas Nasional 2022di wilayah  Sumbagsel, 5-an 6 Juli 2022, diadakannya pameran dari masing-masing stakeholder dengan menampilkan produk andalan mereka.

Saat ini sambutan dan pemanfaatannya sebagai produk dalam negeri sangat bagus, seperti salah satu  stakeholdernya adalah PT Teknologi  Rekayasa Katup ( TRK ) dan PT ALP Petro Industry.

PT Teknologi  Rekayasa Katup (TRK ) adalah pabrikan asal domestik  yang berhasil menjadi produsen katup/valve dengan brand TRK VALVES untuk memenuhi kebutuhan industri migas dalam negeri.  

Berdiri pada  tahun 2015, pendiri sekaligus pemilik perusahaan, Yon Ming. Perlu waktu delapan tahun  bagi Yon Ming untuk mengembangkan  pabrik yang mampu memproduksi valve.  

Berawal mencari mitra dari Luar Negeri  untuk  merealisasikan membangun pabrik valve di Indonesia,  namun gagal ditengah jalan. Ditengah situasi yang tidak pasti akhirnya Yon Ming bertekad mendirikan pabrik valve sendiri,  beberapa  pekerja dengan kualifikasi terbaik dikirim ke luar negeri. 

Sementara itu PT TRK terus mempelajari  dan melakukan uji coba Produk, sampai akhirnya pabrikan ini berhasil membuat enam prototype valve. Singkat cerita meskipun berstatus pabikan lokal, PT TRK ini mampu memproduksi High Pressure dan High Precision  Ball Valve dengan rating 150# sampai dengan 2500#.

“Semua proses pabrikasi, mulai dari desain, permesinan, perakitan, uji coba sampai pengiriman produk ke Pemakai dilakukan di dalam negeri. Kami bisa memproduksi  Ball Valve yang  customize, sesuai  kebutuhan pelanggan, “ kata Yon Ming, direktur PT Teknologi Rekayasa Katup. 

PT TRK ini telah memiliki beragam sertifikasi seperti : SKUP Migas, TKDN, BMP, ISO 9001 : 2015, ISO 14001 : 2015, OHSAS 18001 : 2007, API 6D, API Spec Q1.Tak main-main pelanggannya antara lain adalah PT. Pertaminan Hulu Mahakam, British Petroleum, Medco, Mubadala, Pertagas dan beberapa perusahaan besar lainnya.  TRK  sekarang ini berlokasi di jalan Raya Jakarta Serang KM 39 Desa Parigi, Kecamatan Cikande, Kab Serang, Propinsi Banten dengan jumlah karyawan 163 orang, semuanya WNI ( 100% lokal).  Untuk Kapasitas Produksi terpasang sekitar 12.000ea ball valve.  Pada Tahun 2021 volume produksi mencapai 1.853 ball valve.

PT ALP Petro Industry, merupakan perusahaan yang memproduksi pelumas, dibawah pengawasan Eni Petroli SPA.  Perusahaan ini memiliki pabrik modern yang ada di Indonesia dengan berbagai spesifikasi produk tertinggi. 

Sejarah dari PT ALP ini mulai beroperasi pada tahun 1998, perusahaan ini adalah unit Alih teknologi Eni SpA Italia, yang menempati peringkat sebagai yang paling modern dan paling ramah lingkungan diantara fasilitas pengolahan minyak di Indonesia.  Bisnis Inti nya adalah Produksi base oil dan pelumas jadi untuk merk Eni, EURO 1, TRION, Proximus dan lainnya. ALP Petro Industry menyediakan  berbagai Pelumas untuk truk, mobil penumpang, sepeda motor, pengiriman, pembangkit listrik, mesin peralatan, roda gigi, rantai, transmisi, hidrolik, kompresor, turbin, refrigeran, dan minyak ketel.

Salah satu affiliates dari PT ALP Petro Industry adalah PT. Gani Distribusi Lubrindo,  Go Kwet Kian selaku Direktur mengatakan Eni adalah produk brand global untuk  menjadi  TKDN tertinggi dan PMDN adalah prestasi yang luar biasa, perlu dihargai oleh pemerintah, artinya kita seolah-olah ahli teknologinya tapi menggunakan bahan lokal.

Sumber: