Banner Pemprov

Modus Baru Terungkap! Densus 88 Minta Pelajar Waspadai Propaganda Radikal di Dunia Maya

Modus Baru Terungkap! Densus 88 Minta Pelajar Waspadai Propaganda Radikal di Dunia Maya

Ratusan Pelajar di Palembang Dapat Pembekalan Densus 88, Ini Modus Baru Penyebaran Radikalisme--

PALEMBANG, sumeks.co- Densus 88 Antiteror Polri terus memperkuat upaya pencegahan penyebaran paham radikal di kalangan pelajar.

Kali ini, Satgaswil Pencegahan Sumatera Selatan menyasar dua sekolah menengah atas di Kota Palembang dengan memberikan edukasi tentang Ideologi Radikal, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET).

Sebanyak 775 siswa, guru, dan tenaga pendidik mengikuti kegiatan yang digelar di SMA Maitreyawira Palembang dan SMA Negeri Sumatera Selatan, Jumat (17 Juli 2026).

Program tersebut bertujuan membangun karakter kebangsaan sekaligus meningkatkan literasi digital generasi muda agar tidak mudah terpengaruh propaganda kelompok radikal yang kini banyak beredar melalui internet.

Dalam kegiatan itu, peserta tidak hanya menerima materi mengenai wawasan kebangsaan, tetapi juga dibekali kemampuan mengenali berbagai bentuk penyebaran paham radikal yang semakin berkembang di era digital.

Edukasi Radikalisme Dipadukan dengan Latihan Baris Berbaris

Kegiatan pertama berlangsung di SMA Maitreyawira Palembang mulai pukul 08.00 hingga 09.45 WIB.

Sebanyak 475 peserta mengikuti pembentukan karakter kebangsaan melalui Latihan Teknik Dasar Baris Berbaris (LTBB) yang dipadukan dengan penyuluhan mengenai pencegahan Ideologi Radikal, Ekstremisme, dan Terorisme.

BACA JUGA:Densus 88 Sosialisasi Anti Radikalisme ke 1.200 Siswa Baru di Palembang, Waspadai Rekrutmen Lewat Medsos-Game

BACA JUGA:Gegana-Densus 88 Lakukan Penyisiran, Polisi Buru Pengirim Pesan Teror Bom SDN Srengseng Sawah 15

Kegiatan dipandu Tim Pencegahan Satgaswil Sumsel yang terdiri dari IPDA Fachrurozi, Brigadir Putra Yesa, Brigadir Wahyu Ansori, dan Briptu Achmad Nur Rohman.

Materi utama disampaikan Brigadir Putra Yesa yang menjelaskan pentingnya menjaga nilai kebangsaan di tengah derasnya arus informasi digital.

Ia mengatakan generasi muda menjadi kelompok yang paling rentan menjadi sasaran penyebaran paham radikal karena sangat aktif menggunakan media sosial maupun berbagai platform digital.

Menurutnya, perkembangan teknologi memang memberikan banyak manfaat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: