Ini Harapan Besar Pengurus NU Sumatera Selatan kepada Gus Rozin: Perkuat Ranting dan Pesantren
Calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Gus Rozin saat berdialog dengan pengurus NU se Sumsel-foto: dok-
Ketua PCNU Pagar Alam, KH Deni Priansyah, mempertanyakan langkah konkret yang akan ditempuh Gus Rozin apabila mendapat amanah memimpin PBNU agar program-program organisasi benar-benar dirasakan hingga tingkat ranting dan anak ranting.
Menurutnya, masih banyak warga NU di daerah yang belum merasakan secara langsung program-program pemberdayaan organisasi.
Ia mencontohkan keberhasilan gerakan KOIN NU di sejumlah daerah yang mampu membangun partisipasi jamaah sekaligus menghimpun dana hingga ratusan juta rupiah. "Kami berharap program-program seperti itu dapat menjangkau seluruh daerah sehingga warga benar-benar merasakan kehadiran PBNU," ujarnya.
Pertanyaan tersebut menunjukkan harapan agar PBNU ke depan tidak hanya hadir pada level kebijakan nasional, tetapi juga mampu membangun sistem pemberdayaan yang menyentuh langsung kebutuhan warga Nahdliyin hingga tingkat ranting.
Marwah Pesantren Harus Dijaga
Sementara itu, Rais Syuriah PCNU Ogan Ilir, KH Qusyairi Abror, menyoroti pentingnya perlindungan terhadap marwah pesantren.
Ia mempertanyakan langkah strategis PBNU dalam menghadapi maraknya pemberitaan negatif yang melibatkan oknum di lingkungan pesantren sehingga berpotensi mencoreng citra lembaga pendidikan Islam.
Menurutnya, PBNU perlu memiliki strategi komunikasi publik yang lebih kuat sekaligus memberikan pendampingan kepada pesantren agar kasus yang melibatkan individu tidak digeneralisasi sebagai persoalan seluruh pesantren.
Menanggapi hal tersebut, mantan Ketua RMI PBNU tersebut menegaskan bahwa pesantren merupakan pilar utama Nahdlatul Ulama yang harus terus dijaga kehormatannya.
Menurut Gus Rozin, setiap pelanggaran hukum harus diproses secara tegas terhadap pelakunya.
Namun, pada saat yang sama, institusi pesantren harus diperkuat melalui pembenahan tata kelola, sistem perlindungan santri, serta komunikasi publik yang mampu menunjukkan kontribusi besar pesantren dalam bidang pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.
"Pesantren harus tetap menjadi tempat yang aman, melahirkan ulama, membangun akhlak, sekaligus menjaga tradisi keilmuan Ahlussunnah wal Jamaah. Karena itu, perlindungan terhadap santri dan penguatan tata kelola pesantren harus menjadi bagian dari agenda besar PBNU," tegasnya.
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan musyawarah tersebut memperlihatkan besarnya perhatian pengurus NU di Sumatera Selatan terhadap arah kepemimpinan PBNU pada abad kedua.
Berbagai aspirasi yang disampaikan tidak hanya mencerminkan harapan agar PBNU semakin dekat dengan jamaah, tetapi juga keinginan agar organisasi mampu memperkuat kemandirian warga, menjaga marwah pesantren.
Serta menghadirkan program-program yang manfaatnya benar-benar dirasakan hingga tingkat ranting.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
