Banner Pemprov

IMPLEMENTASI PANCASILA DI TEMPAT TINGGAL DAN KEHIDUPAN SEHARI-HARI

IMPLEMENTASI PANCASILA DI TEMPAT TINGGAL DAN KEHIDUPAN SEHARI-HARI

--

 

Pancasila sebagai Kebiasaan, Bukan Sekadar Slogan 

Pada akhirnya, implementasi Pancasila tidak harus selalu diwujudkan melalui kegiatan besar. Pancasila justru menjadi kuat ketika nilai-nilainya diterapkan melalui kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten. Mengucapkan salam dan menghormati tetangga,  membantu  orang  yang  membutuhkan,  menjaga  kebersihan  lingkungan, mengikuti kegiatan gotong royong, menghargai perbedaan pendapat, tidak menyebarkan berita bohong, menaati aturan, serta menjaga fasilitas umum merupakan contoh konkret bagaimana Pancasila hidup dalam keseharian. Kota Prabumulih akan semakin maju apabila pembangunan daerah berjalan seiring dengan penguatan karakter masyarakat. Infrastruktur dapat dibangun dengan anggaran dan teknologi, tetapi rasa persaudaraan, kepedulian,  toleransi,  dan  semangat  gotong  royong  harus  dibangun  bersama  oleh seluruh  masyarakat.  Pancasila  pada  akhirnya  bukan  hanya  milik  lembaga  negara, sekolah, perguruan tinggi, atau ruang-ruang resmi pemerintahan. Pancasila adalah milik seluruh masyarakat. Ia hadir di rumah, di lingkungan tempat tinggal, di pasar, di tempat kerja, di sekolah dan  kampus, di ruang publik, bahkan di media sosial. Karena itu, mengamalkan Pancasila di Kota Prabumulih tidak harus menunggu menjadi pejabat, tokoh masyarakat, atau pemimpin. Setiap warga dapat memulainya dari dirinya sendiri, dari  keluarga,  dan  dari  lingkungan  tempat  tinggalnya.  Jika  setiap  warga  Prabumulih mampu menerapkan nilai Pancasila dalam tindakan nyata, maka Pancasila tidak hanya menjadi  dasar  negara,  tetapi  benar-benar  menjadi  pedoman  kehidupan  yang memperkuat  persatuan,  membangun  kepedulian,  dan  mendorong  terwujudnya masyarakat yang adil, harmonis, dan berkemajuan.(*) 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: