Banner Pemprov

IMPLEMENTASI PANCASILA DI TEMPAT TINGGAL DAN KEHIDUPAN SEHARI-HARI

IMPLEMENTASI PANCASILA DI TEMPAT TINGGAL DAN KEHIDUPAN SEHARI-HARI

--

Nama : Purwa Puspita Indah

NIM : PO7124226151 

Prodi : RPL Kebidanan 

Lokus : Prabumulih 

Mata Kuliah : Pancasila 

Dosen Pengajar : Wendy Anugrah, S.Pd., M.Pd.

 

Pancasila bukan sekadar dasar negara yang dihafalkan di sekolah atau dibacakan dalam berbagai kegiatan resmi. Pancasila merupakan pedoman hidup yang seharusnya hadir  dalam  perilaku  masyarakat  sehari-hari. Nilai-nilai  Ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, serta keadilan sosial sesungguhnya dapat diterapkan mulai dari lingkungan paling dekat, yaitu keluarga, tempat tinggal, lingkungan kerja, hingga kehidupan bermasyarakat. Di  Kota  Prabumulih,  implementasi  nilai-nilai  Pancasila  memiliki  arti  penting. Sebagai  kota  yang  terus  berkembang,  Prabumulih  tidak  hanya  membutuhkan pembangunan  infrastruktur  dan  pertumbuhan  ekonomi,  tetapi  juga  membutuhkan masyarakat yang memiliki kepedulian sosial, toleransi, semangat gotong royong, serta kesadaran untuk menjaga persatuan. Kemajuan sebuah daerah pada akhirnya tidak hanya  diukur  dari  pembangunan  fisik,  tetapi  juga  dari  kualitas  hubungan  sosial masyarakatnya.

 

Pancasila Dimulai dari Lingkungan Keluarga 

Implementasi  Pancasila  dapat  dimulai  dari  lingkungan  keluarga.  Keluarga merupakan tempat pertama seseorang belajar mengenai nilai, norma, tanggung jawab, dan sikap menghargai orang lain. Menghormati orang tua, menyayangi anggota keluarga, melaksanakan  kewajiban,  membantu  pekerjaan  rumah,  serta  membiasakan musyawarah ketika menghadapi persoalan merupakan contoh sederhana penerapan Pancasila. Nilai sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, dapat diwujudkan melalui kebebasan  menjalankan  ibadah  sesuai  agama  dan  kepercayaan  masing-masing sekaligus menghormati anggota keluarga yang memiliki perbedaan keyakinan. Dalam kehidupan  masyarakat  Prabumulih,  sikap  saling  menghormati  antarumat  beragama merupakan modal penting untuk menjaga kerukunan. Sementara  itu,  sila  kedua,  Kemanusiaan  yang  Adil  dan  Beradab,  dapat  diwujudkan dengan  memperlakukan  setiap  anggota  keluarga  secara  adil,  tidak  melakukan kekerasan, menghargai pendapat, serta membantu anggota keluarga yang mengalami kesulitan. Pendidikan karakter di dalam keluarga akan menjadi dasar bagi terbentuknya masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap sesama. 

 

Gotong Royong sebagai Kekuatan Masyarakat Prabumulih 

Salah  satu  nilai  Pancasila  yang  sangat  dekat  dengan  kehidupan  masyarakat Indonesia adalah gotong royong. Di lingkungan tempat tinggal, gotong royong dapat dilakukan  melalui  kegiatan  membersihkan  lingkungan,  menjaga  fasilitas  umum, membantu  tetangga  yang  terkena  musibah,  maupun  berpartisipasi  dalam  kegiatan sosial  kemasyarakatan.  Di  tengah  kehidupan  modern  yang  semakin  individualistis, budaya  gotong  royong  harus  terus  dipertahankan.  Masyarakat  tidak  boleh  hanya memikirkan  kepentingan  pribadi,  tetapi  juga  harus  memiliki  kepedulian  terhadap lingkungan  sekitar.  Kegiatan  sederhana  seperti  membersihkan  saluran  air,  menjaga kebersihan  jalan  lingkungan,  membantu  kegiatan  masyarakat,  dan  ikut  menjaga keamanan  lingkungan  merupakan  bentuk  nyata  penerapan  sila  ketiga,  Persatuan Indonesia. Persatuan tidak berarti semua orang harus memiliki pendapat yang sama. Persatuan justru berarti mampu hidup bersama di tengah perbedaan. Perbedaan latar belakang, pekerjaan, tingkat pendidikan, suku, agama, maupun pilihan dalam kehidupan sosial merupakan kenyataan yang harus diterima dengan sikap saling menghormati. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: