Gunung Anak Krakatau Erupsi, ini Sejarahnya
Gunung Anak Krakatau.--
JAKARTA, SUMEKS.CO - Gunung Anak Krakatau erupsi sejak Jumat (3/9/2026) pukul 23.07 hingga Sabtu dini hari.
Dalam laporan pemantauan, aktivitas tersebut diinterpretasikan sebagai lava fountain atau air mancur lava, yakni pancaran lava pijar yang keluar dari kawah akibat aktivitas magma di dalam gunung.
Erupsi gunung yang berada di dasar laut itu disertai suara dentuman dan gemuruh yang terdengar hingga Pos Pengamatan Gunung Api Anak Krakatau di Pasauran, Banten. Peralatan CCTV di sekitar kawah juga dilaporkan mengalami gangguan setelah terkena lontaran material Erupsi.
Bahkan aktivitas Gunung Anak Krakatau saat ini berada pada Level III atau Siaga. Badan Geologi merekomendasikan masyarakat, wisatawan, dan nelayan tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas gunung.
BACA JUGA:Anak Krakatau Erupsi, 16 Penerbangan Internasional Dibatalkan
BACA JUGA:Suara Dentuman Keras di Selat Sunda, PVMBG Belum Pastikan Suara Erupsi Anak Krakatau
Namun, ada hal yang membuat Anak Krakatau berbeda dari banyak gunung api lain. Gunung ini relatif muda dan tubuhnya masih terus dibangun oleh aktivitas vulkanik. Untuk memahami Anak Krakatau, kita harus mundur lebih dari satu abad.
Sejarah erupsi Gunung Anak Krakatau
Dirangkum dari berbagai sumber, pada 1883, kompleks vulkanik Krakatau mengalami salah satu erupsi terbesar dalam sejarah modern. Letusan tersebut menghancurkan sebagian besar tubuh gunung dan menghasilkan kaldera besar di Selat Sunda.
Beberapa dekade kemudian, aktivitas vulkanik kembali muncul dari kawasan kaldera tersebut. Erupsi mulai tercatat pada akhir 1927. Saat itu, aktivitas masih berlangsung di bawah permukaan laut. Material vulkanik kemudian menumpuk hingga sebuah gunung baru muncul ke permukaan pada 1929.
Gunung itulah yang kemudian dikenal sebagai Gunung Anak Krakatau. Sejak kemunculannya, gunung ini terus mengalami proses konstruksi.
BACA JUGA:Gunung Semeru Erupsi, Tinggi Kolom Abu Mencapai 700 Meter
BACA JUGA:Gunung Lewotobi Laki-Laki Erupsi, Tinggi Kolom Abu Mencapai 800 Meter
Badan Geologi menyebut Anak Krakatau sebagai gunung api aktif tipe A yang berada di perairan Selat Sunda. Gunung ini juga terus memperlihatkan aktivitas magmatik meskipun intensitasnya dapat berubah-ubah.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
