Banner Pemprov
Pemkot Baru

CJH Wajib Tahu, Ini Daftar Penyakit Tidak Lolos Syarat Kesehatan Haji

CJH Wajib Tahu, Ini Daftar Penyakit Tidak Lolos Syarat Kesehatan Haji

CJH asal Kabupaten OKI menjalani manasik haji beberapa waktu lalu. Foto : Niskiah/Sumeks.Co--

BACA JUGA:Pertemuan Menag Haji Indonesia dengan Dubes Arab Saudi, Persiapan Haji 2026/1447 H Jadi Sorotan Dunia

BACA JUGA:BSI Dongkrak Pertumbuhan Berkat Bisnis Emas dan Haji pada Triwulan II 2025

Disampaikan mengapa standar ini perketat. Dikarenakan setiap tahunnya puluhan jamaah wafat di Tanah Suci akibat kondisi kesehatan yang tidak stabil. 

Jadi, pemeriksaan ini dibuat bukan untuk membatasi, tetapi untuk melindungi keselamatan jamaah.

Puncak haji di Arafah–Muzdalifah–Mina adalah fase paling berat. Jamaah harus berjalan jauh, berdiri lama, menahan panas hingga 50°C, dan berdesakan dalam kerumunan besar. Jamaah dengan penyakit berat sangat berisiko mengalami kondisi fatal di titik-titik tersebut.

Jadi, oleh karena itu, pemerintah terus mengingatkan calon jamaah untuk melakukan pemeriksaan kesehatan rutin 6–12 bulan sebelum keberangkatan. 

BACA JUGA:Seruan Keadilan dan Kemanusiaan untuk Haji Halim, Menggema Saat Gelaran Istighosah di Masjid Agung Palembang

BACA JUGA:Ribuan Jemaah Gelar Istighosah Doakan Kesembuhan dan Kebebasan Hukum Haji Halim

Konsultasi dokter spesialis bila memiliki penyakit komorbid. Lalu agar perbaikan gaya hidup, pola tidur, dan asupan nutrisi. 

Termasuk mengikuti bimbingan kesehatan dan screening tahap awal. Kesehatan bukan sekadar syarat administrasi, tapi modal utama agar jamaah dapat menjalankan ibadah haji dengan sempurna dan kembali pulang dalam keadaan sehat. 

Pemeriksaan kesehatan yang ketat ini adalah upaya pemerintah untuk memastikan setiap jamaah mampu menjalani seluruh rangkaian ibadah dengan aman.

 

 

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: