Maling Bobol Cluster CGC Palembang, Honda Scoopy Diduga Digotong Lewat Pagar
Kok Bisa? Motor Ketua RT Raib di CitraGrand City Palembang, Kabel Terbongkar dan Pagar Cluster Rusak--
Lampu Padam, Kabel Terbongkar, Motor Ketua RT Raib di CitraGrand City Palembang: Kok Bisa Lolos dari Keamanan 24 Jam?
PALEMBANG, SUMEKS.CO- Peristiwa pencurian sepeda motor mengusik ketenangan penghuni kawasan CitraGrand City (CGC), Alang Alang Lebar Palembang.
Honda Scoopy BG 3191 ADJ milik Ketua RT, Hadi Pranoto, dilaporkan hilang dari rumahnya di Blok G, Cluster Summer Meadow, Minggu malam (23 Agustua 2026).
Kasus ini menjadi perhatian karena pencurian terjadi di kawasan perumahan yang memiliki penjagaan keamanan 24 jam.
Kejadian tersebut juga bertepatan dengan kondisi listrik yang sempat padam sejak Minggu pagi hingga sore, kemudian kembali mengalami gangguan pada malam hari.
Yang semakin mengundang tanda tanya, setelah kejadian kehilangan motor milik ketua RT, ditemukan kabel bawah tanah terbongkar, box instalasi dibuka, tiga lampu penerangan jalan umum (JPU) mati, serta bagian pagar pembatas cluster dalam kondisi rusak atau berlubang.

Box kabel yang berhasil dibongkar pelaku--
BACA JUGA:Cahaya Ramadhan 1447 H: PT TSM Tebar Berkah untuk 175 Anak Panti di Masjid Raya Citra Grand City
BACA JUGA:Dirbinmas Polda Sumsel Safari Subuh di Masjid Raya CGC Palembang
Apakah pelaku sengaja memanfaatkan situasi gelap akibat padamnya penerangan?
Hal tersebut belum dapat dipastikan. Namun, sejumlah temuan di lokasi membuat korban menduga pencurian telah dipersiapkan dengan memanfaatkan titik gelap di sekitar cluster.
Diduga Berpura-pura seperti Petugas
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari lingkungan setempat, sebelum sepeda motor diketahui hilang terdapat aktivitas mencurigakan di sekitar cluster yaitu: instalasi kabel bawah tanah.
Ada pelaku yang berada di sekitar lokasi diduga beraktivitas menyerupai petugas yang tengah melakukan pekerjaan teknis.
Bahkan, kabel bawah tanah sepanjang beberapa meter disebut ditemukan terurai. Box kabel juga dalam keadaan terbongkar.
Belum diketahui apakah orang pelaku tersebut memang sengaja merusak instalasi untuk memadamkan penerangan, hendak mencuri kabel, atau memiliki tujuan lain.
Dugaan bahwa pelaku berpura-pura menjadi petugas juga belum terkonfirmasi. Temuan tersebut masih membutuhkan penyelidikan dan pemeriksaan lebih lanjut.
Diduga Lebih dari Satu Orang
Dari rangkaian kejadian yang diperoleh warga, pelaku pencurian diduga berjumlah lebih dari satu orang.
Mereka diduga tidak masuk melalui pintu utama cluster, yang dijaga 3 petugas, melainkan pelaku melewati bagian pagar pembatas. Bagian luar cluster G ini kebetulan masih ilalang dan semak semak.
Petugas keamanan perumahan CGC sebenarnya disebut beberapa kali melakukan patroli.
Namun, pelaku diduga memanfaatkan celah ketika petugas tidak berada di titik tersebut.
Setelah berhasil masuk, sasaran kemudian mengarah ke Honda Scoopy yang berada di depan kediaman Ketua RT Hadi Pranoto.
Motor tersebut diduga tidak dinyalakan dan dikendarai pelaku melewati pos keamanan.
Sebaliknya, kendaraan diduga digotong menuju bagian pagar BRC pembatas cluster yang telah rusak , lalu dikeluarkan dari kawasan perumahan.
Sekali lagi, rangkaian tersebut masih merupakan dugaan berdasarkan kondisi yang ditemukan setelah kejadian.
BACA JUGA:Pasar Bedug Masjid Raya CGC Palembang Resmi Dibuka 19 Februari 2026, Puluhan Tenant Siap Ramaikan
BACA JUGA:Ayo Hadiri Tabligh Akbar, Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Raya CGC Palembang
Ketua RT Malah Tahu dari Security
Ketua RT Hadi Pranoto awalnya belum mengetahui sepeda motor miliknya hilang.
Sekitar pukul 01.30 WIB, ia mendapat telepon dari petugas keamanan cluster yang patroli
Security menanyakan apakah sepeda motor Hadi masih berada di rumah.
Hadi awalnya yakin kendaraannya masih ada.
Namun, ketika dilakukan pengecekan, motor tersebut ternyata sudah raib.
“Rumah saya kehilangan motor. Awalnya saya ditelepon security cluster jam 01.30 yang mengatakan motor saya hilang,” kata Hadi.
Ia kemudian keluar rumah dan memeriksa keadaan sekitar.
Saat itulah ditemukan kondisi penerangan jalan yang tidak normal.
“Saya keluar rumah dan melihat lampu JPU sebanyak tiga tiang sudah mati. Ternyata kabel di bawah tanahnya sudah dibongkar yang menyebabkan ketiga lampu tersebut mati,” ungkapnya.
Korban Menduga Pelaku Awalnya Mengincar Kabel
Hadi mempunyai dugaan tersendiri berdasarkan kondisi yang ditemukannya.
Menurut dia, bukan tidak mungkin sasaran awal pelaku justru instalasi atau kabel yang berada di bawah tanah.
Namun ketika orang mencurigakan tersebut tengah beraktivitas, patroli keamanan kemungkinan melintas sehingga mereka menghentikan kegiatannya dan bersembunyi.
“Ini dugaan saya, saat maling ini masih menggali kabel, ada patroli malam dan malingnya sembunyi dulu,” katanya.
Hadi menduga setelah situasi kembali memungkinkan, pelaku melihat sepeda motornya dan kemudian membawa kendaraan tersebut.
“Selanjutnya daripada tidak ada yang dibawa, maka motor saya dibawanya dengan cara ‘menggotong’ dan membawanya lewat pagar BRC pembatas cluster yang telah dirusak atau bolong,” tuturnya.
Security Sempat Kejar Orang Mencurigakan
Setelah mengetahui adanya sepeda motor yang hilang, petugas keamanan disebut langsung berkoordinasi dengan personel security lainnya.
Patroli dan penyisiran kemudian dilakukan hingga ke kawasan sekitar.
Dalam penyisiran tersebut, dikabarkan terdapat seseorang yang terlihat mencurigakan dan kemudian berlari ketika berpapasan dengan petugas.
Namun belum diketahui apakah orang yang berlari tersebut mempunyai hubungan dengan pencurian di Cluster Summer Meadow CGC Palembang.
Tidak ditemukan sepeda motor korban bersama orang tersebut sehingga keterlibatannya belum dapat disimpulkan.
Keamanan 24 Jam Jadi Sorotan
Peristiwa ini akhirnya menimbulkan pertanyaan yang cukup serius bagi penghuni: bagaimana sepeda motor dapat dikeluarkan dari cluster yang memiliki sistem keamanan 24 jam?
Jika dugaan motor digotong melewati pagar benar, maka kondisi perimeter kawasan perlu dievaluasi.
Begitu pula dengan titik-titik gelap, penerangan jalan, frekuensi patroli, kamera pengawas hingga prosedur pemeriksaan terhadap orang luar yang melakukan pekerjaan teknis di dalam kawasan.
Apalagi kejadian berlangsung ketika listrik di kawasan tersebut disebut sempat mengalami pemadaman pada siang hingga sore dan kembali bermasalah pada malam hari.
Sementara matinya tiga JPU yang kabel bawah tanahnya ditemukan terbongkar merupakan temuan berbeda yang perlu ditelusuri.
BACA JUGA:Ratu Dewa: Saatnya UMKM di Palembang Level Up
BACA JUGA:Cahaya Ramadhan 1447 H: PT TSM Tebar Berkah untuk 175 Anak Panti di Masjid Raya Citra Grand City
Warga Diminta Pasang CCTV
Hadi berharap kejadian yang menimpanya menjadi perhatian bersama, baik penghuni maupun pengelola keamanan kawasan.
Salah satu langkah sederhana yang disarankannya adalah memasang CCTV di setiap rumah.
“Saran saya, semua rumah sebaiknya memasang CCTV untuk antisipasi hal-hal seperti ini,” katanya.
Rekaman CCTV dari rumah warga, akses cluster dan kawasan sekitar kini juga berpotensi menjadi petunjuk penting untuk mengetahui jumlah pelaku, waktu kejadian, jalur masuk dan keluar, hingga kendaraan yang mungkin digunakan.
Kasus ini sekaligus menjadi alarm untuk memperkuat pengamanan lingkungan.
Sistem keamanan 24 jam tetap membutuhkan dukungan penerangan yang memadai, CCTV, pagar perimeter yang terjaga serta patroli yang mampu menutup titik-titik rawan.
Hingga informasi ini dihimpun, berbagai dugaan mengenai modus pelaku termasuk dugaan berpura-pura sebagai petugas, mengincar kabel bawah tanah maupun jumlah pelaku belum terkonfirmasi oleh kepolisian dan masih memerlukan penyelidikan lebih lanjut.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


