Banner Pemprov

Gempa Landa Maluku Tengah, ini Kekuatannya

Gempa Landa Maluku Tengah, ini Kekuatannya

Ilustrasi. --

JAKARTA, SUMEKS.CO - Gempa terjadi di Kabupaten Maluku Tengah, Ahad (8 November 2026) pukul 03.55 WIB. 

Gempa yang terjadi memiliki kekuatan magnitudo (M) 4,8 berpusat di laut pada kedalaman 125 kilometer.

"72 km Barat Daya Maluku Tengah," tulis @infoBMKG.

Titik koordinat gempa tercattat di 3,73 lintang selatan (LS) dan 128,47 bujur timur (BT). Sampai saat ini belum ada informasi mengenai dampak gempa tersebut.

BACA JUGA:Gempa Landa Kepulauan Tanimbar, ini Kekuatannya

BACA JUGA:Gempa Landa Gayo Lues Berkekuatan Magnitudo 4,1

Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data," tulis BMKG.

Catat 30 Gempa Bumi Dirasakan di Indonesia, Kendari hingga Aceh Diguncang, Magnitudo Terbesar 6,4

Ya.  Aktivitas gempa bumi masih terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 30 kejadian gempa bumi yang dirasakan masyarakat dalam periode 25 Oktober hingga 8 November 2026 ini.

Data tersebut menunjukkan gempa bumi terjadi di berbagai daerah, mulai dari Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku hingga Papua.

Berdasarkan catatan BMKG, kekuatan gempa bervariasi, mulai dari magnitudo 2,6 hingga 6,4. Sejumlah gempa tergolong cukup kuat, bahkan getarannya dirasakan masyarakat di beberapa kabupaten dan kota.

Gempa dengan magnitudo terbesar dalam daftar tersebut terjadi pada 29 Oktober 2026 pukul 05.06.47 WIB. Gempa berkekuatan magnitudo 6,4 itu berpusat di laut, sekitar 60 kilometer barat laut Larat, Kepulauan Tanimbar, dengan kedalaman 160 kilometer.

Getaran gempa tersebut dirasakan di sejumlah wilayah, di antaranya Banda Naira, Kepulauan Tanimbar, Kaimana, dan Sorong dengan intensitas II hingga III MMI.

Masih pada 29 Oktober 2026, gempa bermagnitudo 6,0 juga mengguncang wilayah tenggara Oksibil. Pusat gempa berada di darat, sekitar 153 kilometer tenggara Oksibil, dengan kedalaman 120 kilometer.

Getarannya dirasakan hingga Boven Digoel dengan intensitas III MMI, serta Jayapura dan Merauke pada skala II MMI.

Gempa Berulang di Sejumlah Wilayah

Selain dua gempa besar tersebut, beberapa daerah juga mengalami gempa berulang selama periode pencatatan BMKG.

Wilayah Sulawesi menjadi salah satu kawasan yang beberapa kali mengalami aktivitas gempa. Kendari, Sulawesi Tenggara, misalnya, tercatat mengalami gempa pada 1 November dan kembali terjadi pada 8 November 2026.

Gempa terbaru terjadi Minggu, 8 November 2026 pukul 01.54.12 WIB dengan magnitudo 3,3. Pusat gempa berada di darat, sekitar 20 kilometer timur Kendari, pada kedalaman 5 kilometer.

Sebelumnya, pada 1 November 2026 pukul 03.48.49 WIB, gempa bermagnitudo 2,8 juga terjadi sekitar 14 kilometer timur laut Kendari. Getarannya dirasakan di Kota Kendari dengan intensitas II hingga III MMI.

Aktivitas gempa juga tercatat di wilayah Sigi dan Palu, Sulawesi Tengah. Pada 7 November 2026 pukul 02.07.01 WIB, gempa bermagnitudo 4,9 terjadi di darat, sekitar 47 kilometer timur laut Sigi, dengan kedalaman 10 kilometer.

Getaran gempa tersebut dirasakan di Sigi pada skala IV MMI dan Palu pada skala III MMI.

Sementara itu, gempa bermagnitudo 3,4 kembali tercatat di sekitar Sigi pada 4 November 2026. Pusatnya berada sekitar 40 kilometer timur laut Sigi dengan kedalaman 10 kilometer.

Morowali juga beberapa kali mengalami aktivitas gempa. Pada 7 November, gempa bermagnitudo 3,3 terjadi di laut, sekitar 54 kilometer tenggara Morowali. Kemudian pada 31 Oktober, gempa bermagnitudo 3,5 tercatat sekitar 13 kilometer tenggara Bahodopi.

Sumatera hingga Jawa Ikut Mengalami Gempa

Di wilayah Sumatera, aktivitas gempa tercatat di Kepulauan Mentawai, Aceh, Sumatera Utara, dan Lampung.

Pada 6 November 2026 pukul 17.30.55 WIB, gempa bermagnitudo 4,3 terjadi di darat, sekitar 130 kilometer barat laut Kepulauan Mentawai, dengan kedalaman 17 kilometer.

Getarannya dirasakan di Siberut Barat dan Siberut Utara pada skala III MMI, serta Siberut Tengah pada skala II MMI.

Sementara itu, wilayah Aceh mengalami beberapa kejadian gempa, termasuk pada 1 November 2026. Gempa bermagnitudo 4,1 terjadi sekitar 24 kilometer barat daya Kabupaten Pidie Jaya dengan kedalaman 6 kilometer.

Gempa lainnya terjadi pada 30 Oktober dengan magnitudo 4,3 di darat, sekitar 31 kilometer timur laut Kabupaten Gayo Lues. Getarannya dirasakan di Takengon dengan intensitas III MMI.

Lampung juga masuk dalam daftar wilayah yang mengalami gempa. Pada 28 Oktober 2026, dua gempa tercatat terjadi di sekitar Tanggamus.

Gempa pertama bermagnitudo 4,7 terjadi pukul 15.23.46 WIB, berpusat sekitar 8 kilometer barat laut Tanggamus dengan kedalaman 10 kilometer.

Selanjutnya, gempa bermagnitudo 3,4 terjadi pada pukul 18.59.15 WIB, dengan pusat gempa sekitar 10 kilometer utara Tanggamus dan kedalaman 4 kilometer.

Getarannya dirasakan di sejumlah kecamatan, termasuk Kotaagung, Gisting, Sumberejo, Ulu Belu, Talang Padang, dan Pulau Panggung.

Di wilayah selatan Pulau Jawa, gempa bermagnitudo 5,4 terjadi pada 27 Oktober 2026 pukul 21.43.13 WIB. Pusat gempa berada di laut, sekitar 137 kilometer selatan Gunungkidul, dengan kedalaman 10 kilometer.

Getaran gempa dirasakan di sejumlah wilayah, antara lain Bantul, Sleman, Wonogiri, Kulon Progo, Pacitan, Trenggalek, Klaten, hingga Blitar dengan intensitas II MMI.

NTB, NTT hingga Papua Juga Terdampak

Aktivitas gempa juga terjadi di kawasan Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

Pada 7 November 2026, gempa bermagnitudo 3,5 terjadi di laut, sekitar 34 kilometer barat daya Lombok Utara.

Getarannya dirasakan di Mataram, Lombok Barat, dan Lombok Tengah dengan intensitas II MMI.

Sebelumnya, gempa bermagnitudo 3,0 terjadi di darat, sekitar 31 kilometer utara Lombok Timur.

Di Nusa Tenggara Timur, gempa bermagnitudo 4,9 terjadi pada 26 Oktober 2026, berpusat di laut sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo. Getarannya dirasakan di Bajawa dan Maumere pada skala III MMI serta Ruteng pada skala II hingga III MMI.

Sementara itu, wilayah Papua juga mengalami sejumlah gempa. Salah satunya gempa bermagnitudo 2,6 yang terjadi pada 2 November 2026, dengan pusat sekitar 9 kilometer utara Kota Jayapura. Getarannya dirasakan pada skala III MMI.

Gempa lainnya tercatat di sekitar Nabire dan Sorong.

Rangkaian kejadian tersebut memperlihatkan aktivitas kegempaan masih tersebar di berbagai kawasan Indonesia. Meski sebagian gempa berkekuatan relatif kecil, beberapa di antaranya dirasakan masyarakat dengan intensitas cukup kuat.

Memahami Skala Intensitas MMI

Dalam laporan kegempaan, BMKG menggunakan skala Modified Mercalli Intensity (MMI) untuk menggambarkan tingkat getaran yang dirasakan masyarakat dan dampaknya terhadap lingkungan.

Skala II MMI umumnya dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Pada skala III MMI, getaran terasa nyata di dalam rumah, seperti ada kendaraan berat yang melintas. Getaran juga dapat dirasakan oleh orang yang berada di dalam bangunan.

Sementara itu, skala IV MMI dapat dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah. Pintu, jendela, dan benda-benda lain dapat bergetar, bahkan terdengar suara dari barang pecah belah.

Karena itu, masyarakat di daerah rawan gempa diimbau tetap tenang, memahami langkah penyelamatan diri, serta mengikuti informasi resmi dari BMKG.

Data 30 gempa bumi dirasakan tersebut menjadi pengingat bahwa Indonesia memiliki aktivitas tektonik yang tinggi sehingga kesiapsiagaan masyarakat tetap diperlukan(dri)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: