Telinga Anda Berdenging, ini Penjelasannya Menurut Islam
Ilustrasi.--
"Kalau mata kiri, hilang duit. mata kanan, dapat duit. Ini, ini, ini. (Namanya) manusia, kalau patung tidak ada dudut (kedutan). Ada nadi, ada urat, ya pasti ada dudut-dudut," jelas Buya Yahya.
BACA JUGA:Jenis Telur Paling Sehat untuk Diet dan Kesehatan Tubuh: Rendah Kolesterol Jahat, Baik untuk Tubuh
Buya mengimbau umat Islam untuk mengubah pola pikir dan menjauhi keyakinan-keyakinan batil yang tidak memiliki dasar ilmu yang jelas.
"Jadi jangan, tidak usah menghubung-hubungkan dengan hal-hal yang semacam itu ya. Kalau dudut, ya berarti tidak beres itu saja. Atau ya hanya kedut sih, namanya ada urat kok, ada kulitnya, ada ototnya. Ibu jangan percaya yang aneh-aneh. Ayo kita ubah sekarang," pesannya.
Meski Buya Yahya menekankan aspek medis, dalam literatur Islam klasik memang terdapat riwayat yang membahas soal telinga berdengung. Dinukil dari kitab Al-Adzkar karya Imam an-Nawawi yang diterjemahkan oleh Masturi Ilham, terdapat sebuah riwayat dari Abu Rafi', pembantu Rasulullah SAW.
Rasulullah SAW disebut pernah bersabda:
BACA JUGA:6 Manfaat Tomat untuk Kesehatan Tubuh yang Wajib Diketahui, Tubuh Lebih Sehat dan Kuat!
BACA JUGA:Kaya Elektrolit, Berikut Manfaat Konsumsi Air Kelapa Muda untuk Kesehatan Tubuh
إِذَا طَنَّتْ أُذُنُ أَحَدِكُمْ فَلْيَذْكُرْنِي وَلْيُصَلِّ عَلَيَّ وَلْيَقُلْ ذَكَرَ اللهُ بِخَيْرٍ مَنْ ذَكَرَنِي
Artinya: "Jika telinga salah seorang di antara kalian berdengung, maka sebutkanlah aku, bacalah sholawat kepadaku dan ucapkanlah, 'Semoga Allah menyebutkan dengan kebaikan untuk orang yang menyebutku'." (HR Ath-Thabrani).
Namun, bagaimana status hukum hadits ini?
Para ulama memberikan catatan penting terkait riwayat tersebut. Dalam kitab Al-Kabir, kitab Ash-Shagir, dan Ibnu As-Sunni dalam kitab Al-Yaum wa Al-Lailah, para ahli hadits menilai bahwa riwayat yang menganjurkan salat dan bershalawat saat telinga berdenging tersebut berstatus dhaif sekali (sangat lemah).
Oleh karena itu, jika Anda mengalami telinga kiri atau kanan berdenging secara terus-menerus, langkah terbaik dan paling rasional yang dianjurkan adalah dengan memeriksakannya ke dokter THT untuk penanganan medis yang tepat.
Wallahu a'lam. (dri)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:






