Utang Bertambah Beban Itu Pasti
Talk Show with Dahlan Iskan bertema Dilema Pengusaha: Berutang Tambah Beban, Tidak Berutang Tidak Berkembang. Acara ini diadakan Disway bersama Keluarga Besar SyaREA World dan dihadiri lebih dari 500 pengusaha dari berbagai kota di Indonesia.--
Khalid menyebut, bank harus membeli mesin itu lebih dulu. Ada wujudnya. Dari sana, bank menjual mesin tersebut kepadanya. ”Akadnya tetap jual beli. Tapi bisa diangsur beberapa kali. Bank mendapat margin dari selisih harga membeli mesin dari pabrik. Yang kemudian dijual ke saya. Dengan harga yang disepakati bersama,” katanya.
Khalid mengakui, untuk mendapatkan skema seperti itu, Ia harus membuat perjanjian khusus dengan perbankan. Ia menemui dulu dewan syariah di bank tersebut. Dan jika tidak ada kesepakatan, ia batalkan kerja sama.
BACA JUGA:Disway Awards 2025: Momentum Apresiasi Integritas dan Kredibilitas Serta Reputasi Brand Nasional
BACA JUGA:522 Brand Nasional Raih Penghargaan Disway Award 2025, Dwi Nurmawan Sebut Ini yang Terbesar
”Jadi teman-teman di sini, kalau mau ada urusan perbankan bilang saja. Minta dibikin perjanjian seperti Pak Khalid,” ucap Dahlan. Peserta yang semula serius menyimak paparan Khalid pun tertawa lepas.
Masalah utang memang menjadi pembahasan utama dalam talk show yang berlangsung hampir 4 jam itu. Banyak pengusaha yang hadir dalam acara tersebut sedang terlilit utang. Dan berusaha keras untuk melunasinya.
Seperti yang diungkapkan Irwan Fawaid, asal Bontang. Pengusaha tambang dan kontraktor itu kini sedang berjibaku melunasi utang almarhum sang ayah. Yang meninggalkan utang sekitar Rp100 miliar pada 2013 lalu.
”Saya bersama saudara semula kalang kabut soal utang itu,” kata Irwan.
BACA JUGA:Disway Awards 2025: Momentum Apresiasi Integritas dan Kredibilitas Serta Reputasi Brand Nasional
BACA JUGA:522 Brand Nasional Raih Penghargaan Disway Award 2025, Dwi Nurmawan Sebut Ini yang Terbesar
Sebab, selama menjadi pengusaha, sang ayah merupakan pribadi yang tak pernah melibatkan keluarga, termasuk anak-anaknya untuk berbisnis. Kondisi itu membuat Irwan dan saudara-saudaranya tak tahu kondisi perusahaan. Termasuk utang-utang sang ayah.
Dan sejak kematian sang ayah, Irwan dan keluarga ditagih oleh bank. Juga dikejar-kejar debt collector. Kondisi itu membuat keluarga kebingungan. ”Selama tujuh bulan saya menghilang. Takut dikejar-kejar,” katanya.
Di tengah kalut itu, Irwan kemudian mencari solusi. Cari-cari di internet soal cara melunasi utang. Lalu ketemu dengan komunitas SyaREA World. ”Yang meminta saya untuk tidak lari. Dan kemudian bangkit menghadapi masalah,” katanya.
BACA JUGA:Disway Awards 2025: Momentum Apresiasi Integritas dan Kredibilitas Serta Reputasi Brand Nasional
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

