Sementara itu, Indrapuri mencatat konsentrasi PM2.5 sebesar 7,1 µg/m³ dan masuk kategori Baik.
Dengan demikian, data pemantauan pukul 05.00 WIB menunjukkan kualitas udara berbeda-beda di setiap wilayah.
Palembang menjadi salah satu lokasi yang perlu mendapat perhatian karena Talang Betutu dan Musi 2 sama-sama berada pada kategori Berbahaya.
Warga Palembang Perlu Mewaspadai Paparan PM2.5
Konsentrasi PM2.5 yang tinggi perlu diwaspadai karena paparan partikel halus dapat mengganggu kesehatan, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, serta orang yang memiliki gangguan pernapasan atau penyakit jantung.
Masyarakat dapat mengurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk.
Jika harus beraktivitas di luar, penggunaan masker yang mampu menyaring partikel halus dapat membantu mengurangi paparan.
Warga juga disarankan mengikuti pembaruan informasi resmi mengenai kualitas udara.
BMKG menjelaskan bahwa PM2.5 merupakan partikulat berukuran kurang dari atau sama dengan 2,5 mikrometer.
Pengukuran konsentrasinya menggunakan metode penyinaran sinar beta atau Beta Attenuation Monitoring, dengan satuan mikrogram per meter kubik.
Meski data menunjukkan tingginya konsentrasi PM2.5 di Palembang dan sejumlah wilayah lain, angka tersebut saja belum cukup untuk memastikan sumber pencemar yang dominan.
Penentuan penyebabnya memerlukan informasi tambahan, termasuk kondisi cuaca, arah angin, kebakaran hutan dan lahan, serta sumber emisi lainnya.
Masyarakat dapat memantau pembaruan melalui laman kualitas udara PM2.5 BMKG.
Sumber: Data pemantauan PM2.5 BMKG pukul 05.00 WIB, Rabu, 21 Oktober 2026.