Karena itu, ia meminta pemerintah daerah hingga pemerintah desa bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kabupaten/kota menjalin komunikasi dan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya infrastruktur pengelolaan air untuk mencegah karhutla.
BACA JUGA:Depak Nil Maizar,Teco Resmi Jadi Pelatih Semen Padang Ujian Perdana Langsung Lawan Persikad Depok
BACA JUGA:Kemenkum Sumsel Ikuti DSK Penguatan Perlindungan Indikasi Geografis untuk Daya Saing Produk Daerah
“Kepala desa dan DLH kabupaten/kota diharapkan berperan ketika perusahaan telah berkomitmen untuk membantu. Dengan demikian, kita dapat menjaga kelestarian ekosistem gambut,” ujarnya.
Menanggapi arahan tersebut, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Soewarso menyatakan kesiapan APHI untuk mendukung penguatan infrastruktur pencegahan karhutla. Ia menekankan perlunya penanganan secara terpadu dengan melibatkan berbagai pihak.
Soewarso mengatakan sejumlah perusahaan telah melakukan pembasahan lahan gambut, antara lain dengan menggunakan pompa sentrifugal untuk menaikkan air ke lahan.
“Di Sungai Mesuji, kami menggunakan sembilan pompa sentrifugal untuk menaikkan air ke lahan gambut. Upaya itu sudah kami lakukan,” katanya.
BACA JUGA:Emas Antam Kembali Turun, Harga 1 Gram Kini Rp2.565.000
Soewarso menjelaskan muka air di lahan gambut cenderung turun pada musim kemarau sehingga diperlukan tambahan pasokan air. Pelaksanaannya membutuhkan kerja sama, keterpaduan langkah, dan kejelasan pihak yang memimpin koordinasi.
“Pada musim kemarau, muka air di lahan gambut turun sehingga pasokan airnya perlu ditambah. Karena itu, diperlukan keterpaduan, kerja sama, dan kejelasan pihak yang memimpin upaya ini,” ujar Soewarso. Soewarso menilai pembasahan lahan merupakan langkah yang efektif untuk mencegah kebakaran di kawasan gambut.
“Kami menyambut baik upaya tersebut dan telah melaksanakannya. Pembasahan lahan gambut memang efektif. Saya setuju bahwa langkah tersebut tepat untuk menjaga gambut tetap basah,” kata Soewarso.
Sementara itu, Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Sumatera Selatan Alex Sugiarto mengatakan GAPKI dan APHI selama ini terus bekerja sama dalam mengantisipasi dan menangani karhutla di wilayah tersebut.
BACA JUGA:Depak Nil Maizar,Teco Resmi Jadi Pelatih Semen Padang Ujian Perdana Langsung Lawan Persikad Depok
BACA JUGA:TACB Kota Palembamg Periode 2026-2029 Resmi Bekerja! Ratu Dewa Harapkan Ini
Menurut dia, perusahaan perkebunan telah membangun sekat kanal, khususnya di lahan gambut dan rawa. GAPKI juga siap bekerja sama dengan pemerintah kabupaten dalam penyusunan rancangan induk pengelolaan air sesuai arahan Kementerian Lingkungan Hidup.