Jangan lupa menguji kamera dan mikrofon. Komponen tersebut mungkin terlihat sepele, tetapi sangat penting untuk kuliah, rapat online, maupun pekerjaan hybrid.
Periksa suhu laptop saat digunakan.
Laptop bekas yang terlihat bagus bisa saja memiliki sistem pendinginan yang sudah penuh debu.
Jalankan aplikasi ringan terlebih dahulu dan dengarkan suara kipas. Kemudian, jika memungkinkan, lakukan pengujian beban secara wajar untuk melihat apakah temperatur meningkat secara tidak normal.
Kipas yang langsung berputar sangat kencang saat laptop hanya menjalankan aplikasi ringan perlu diperhatikan.
Namun, jangan menilai laptop hanya berdasarkan suhu sesaat. Temperatur dipengaruhi beban kerja, suhu ruangan, desain laptop, mode performa, dan kondisi sistem pendinginan.
BACA JUGA:4 Rekomendasi Laptop Murah untuk Mahasiswa 2026, Cocok untuk Skripsi, Editing, dan Kuliah Online
Periksa charger dan kondisi baterai saat digunakan.
Laptop bekas idealnya diuji tanpa charger untuk melihat apakah baterai benar-benar dapat menyimpan daya.
Perhatikan apakah persentase baterai turun secara wajar atau tiba-tiba jatuh. Jika baterai menunjukkan 50 persen tetapi beberapa menit kemudian turun drastis, kondisi tersebut patut dicurigai.
Perhatikan pula apakah laptop tiba-tiba mati ketika indikator baterai masih menunjukkan persentase tertentu.
Charger juga harus diperiksa. Pastikan konektor tidak longgar, kabel tidak rusak, dan pengisian berjalan normal.
Untuk laptop USB-C, pastikan charger memiliki kemampuan daya yang sesuai. Tidak semua charger USB-C memiliki kemampuan Power Delivery yang sama.